Muara Enim – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai mendukung pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Babatan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi PGE dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, Puskesmas Pulau Panggung, dan Pemerintah Desa Babatan. Warga setempat mendapat layanan pemeriksaan umum, konsultasi medis, serta skrining penyakit menular termasuk Tuberkulosis (TBC).
Manager Maintenance PGE Area Lumut Balai Ariyadi mengatakan, dukungan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan ini sekaligus memahami pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala,” ujar Ariyadi di Muara Enim, Senin 25 Agustus 2026.
Menurut Ariyadi, kesehatan warga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup dan keberlanjutan sosial ekonomi di sekitar wilayah operasional. Sekitar 70 persen tenaga kerja PGE Area Lumut Balai berasal dari masyarakat lokal.
Tenaga kesehatan dari Dinkes Muara Enim dan Puskesmas Pulau Panggung memberikan pemeriksaan dan edukasi. Masyarakat juga diberi pemahaman tentang deteksi dini gejala TBC, faktor risiko, serta langkah pencegahan penyebaran.
Kolaborasi ini disebut sebagai bagian dari komitmen PGE Area Lumut Balai membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat.
“Bagi kami, menjalankan operasional tidak hanya soal menghasilkan energi bersih, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi warga sekitar,” kata Ariyadi.
PGE sendiri merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang 1.932 MW. Kapasitas itu berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sekitar 10 juta ton per tahun.
Sebagai perusahaan energi hijau, PGE menargetkan mendukung agenda dekarbonisasi nasional menuju net zero emission 2060. Perusahaan juga telah meraih 18 penghargaan PROPER Emas dari 2011 hingga 2025.
(Ali).
























