LAHAT — Kabupaten Lahat dipercaya menjadi panggung bergulirnya kompetisi sepak bola bergengsi tingkat Sumatera Selatan. Piala Soeratin Sumsel resmi dibuka di Kabupaten Lahat, Selasa (25/8/2026), menghadirkan empat tim yang siap berebut supremasi sekaligus tiket untuk membawa nama Sumatera Selatan ke pentas nasional.
Pembukaan kompetisi tersebut turut dihadiri Presiden Lahat FC, Slamet Rahardjo Gumay, serta Bupati Lahat yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.Pd.
Lebih dari sekadar perebutan kemenangan di lapangan hijau, Piala Soeratin menjadi ruang penting bagi pembinaan sepak bola usia muda. Di sinilah talenta-talenta muda Sumatera Selatan diuji, bukan hanya kemampuan teknik dan strategi, tetapi juga mental bertanding, karakter serta keberanian untuk bersaing secara sehat.
Sebelum pertandingan dimulai, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Selatan telah menggelar Match Coordination Meeting (MCM) di Hotel Bukit Serelo, Lahat. Pertemuan teknis tersebut diikuti empat tim peserta, yakni Lahat FC, PS Palembang, Persilam Musi Rawas dan PS Megang Sakti Musi Rawas.
Sekretaris Umum PSSI Sumsel, AKBP Sahrul Musa, menegaskan bahwa penunjukan Lahat sebagai tuan rumah dilakukan melalui proses yang terbuka dengan mempertimbangkan kesiapan serta persyaratan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah terbuka bagi setiap daerah sepanjang mampu memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Penunjukan tuan rumah ini terbuka bagi siapapun yang memenuhi syarat. Langkah ini kami lakukan agar tidak ada salah paham atau isu liar di media sosial. PSSI Sumsel tidak memiliki kepentingan apa pun selain menggelar kompetisi yang fair,” ujar Sahrul.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, terutama tim-tim yang datang dari luar daerah. Menurutnya, kesediaan PS Palembang dan tim lainnya untuk bertanding di Lahat menunjukkan bahwa semangat kompetisi tetap dapat berjalan beriringan dengan sportivitas dan persaudaraan.
Sahrul berharap, tim yang nantinya keluar sebagai juara benar-benar menjadi representasi terbaik Sumatera Selatan untuk melanjutkan perjuangan di tingkat nasional.
Presiden Lahat FC, Slamet Rahardjo Gumay, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Lahat sebagai tuan rumah Piala Soeratin Sumsel.
Baginya, menjadi tuan rumah bukan semata-mata tentang menyediakan lapangan dan menyelenggarakan pertandingan. Lebih jauh, momentum ini merupakan kesempatan bagi Lahat untuk menunjukkan keseriusannya dalam mendukung tumbuhnya sepak bola, khususnya pembinaan pemain muda.
Ia pun mengajak seluruh peserta, perangkat pertandingan, panitia dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah kompetisi.
“Piala Soeratin bukan sekadar pertandingan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda dan pencarian bibit-bibit pesepakbola yang memiliki masa depan,” kata Slamet.
Ia berharap seluruh tim dapat menikmati atmosfer kompetisi dengan penuh semangat sembari tetap memegang teguh nilai fair play selama berada di Kabupaten Lahat.
Ditambahkan Slamet Raharjo, kolaborasi antara pemerintah daerah dan club sangat diharapkan ke depannya. Bahkan, ia berjanji jika diperkenankan lapangan Gelora Serame dikelola pihak ke-3 maka akan dibuat sebagaimana Gelora Sriwijaya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Dispora Lahat, Dr. Hasperi Susanto. Menurutnya, kehadiran Piala Soeratin memiliki nilai strategis bagi perkembangan olahraga di Bumi Seganti Setungguan, terutama karena memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi generasi muda.
“Pemerintah Kabupaten Lahat tentu menyambut baik pelaksanaan Piala Soeratin ini. Kompetisi seperti ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat, mental bertanding dan karakter sportif,” ujar Hasperi.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan sepanjang turnamen berlangsung. Kehadiran tim-tim dari berbagai daerah, kata dia, diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan di lapangan, tetapi juga mempererat silaturahmi antardaerah sekaligus memberikan energi positif bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Lahat.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Heri Pirlo, mengingatkan seluruh perangkat pertandingan agar menjaga integritas selama kompetisi berlangsung.
Ia meminta wasit dan perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional, objektif serta bebas dari keberpihakan.
“Kami meminta seluruh wasit dan perangkat pertandingan bekerja secara profesional tanpa memihak. Kepada panitia lokal, mari bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban selama turnamen berlangsung di Kabupaten Lahat,” kata Heri.
Kini, lapangan hijau Lahat menjadi saksi bagaimana talenta-talenta muda Sumatera Selatan berjuang menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sebab pada akhirnya, Piala Soeratin bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi. Di balik setiap pertandingan, tersimpan harapan tentang lahirnya pemain-pemain muda yang kelak mampu menembus panggung sepak bola yang lebih tinggi.
Dari Lahat, mimpi itu mulai ditendang. Dan dari empat tim yang bertarung, akan lahir satu nama yang membawa harapan Sumatera Selatan menuju pentas nasional.
























