Muara Enim – Polres Muara Enim melibatkan mahasiswa pendidikan kepolisian dalam Satgas Edukasi, Mitigasi, dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Langkah itu disampaikan Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. saat memberikan arahan kepada siswa S2 STIK dan SIP Angkatan 56 di Mako Polsek Lembak, Sabtu 29 Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu Kapolres didampingi Waka Polres Kompol Toni Arman, S.H., Kabag Ops Kompol Herry Widodo, S.H., Kasat Reskrim AKP Muhamad Andiran, S.Tr.K., M.Si., Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Kasat Samapta AKP Lukman H., S.H., Kapolsek Lembak Iptu Yopi Maswan, S.H., dan Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, S.H.
Turut hadir siswa S2-STIK Iptu Jeremy Salomo Luther Rawis, S.Tr.K. Iptu Bayu Mahardika,.Tr.K., M.H., serta siswa Setukpa Aiptu Leo Chrima Negara.
*Kasi Humas Polres Muara Enim* menyampaikan, keterlibatan mahasiswa STIK dan SIP 56 bertujuan membangun kepemimpinan lapangan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Dalam menghadapi karhutla, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis. Para siswa diharapkan menjadi motor penggerak edukasi dan mitigasi serta memberi contoh nyata kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Arahan menekankan pendekatan preventif. Antara lain sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah rawan, deteksi dini titik panas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi calon perwira. Pengalaman di lapangan diharapkan menjadi bekal saat mereka mengemban amanah sebagai pemimpin Polri di masa mendatang.
Polres Muara Enim menegaskan komitmen mengedepankan langkah preventif untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antara kepolisian, peserta didik, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat disebut sebagai kunci mewujudkan Muara Enim bebas karhutla.
Polres juga mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan titik api.
(Ali/Pon).
























