Lahat – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lahat yang dipimpin oleh Ketua H. Ahmad Muttaqin, didampingi oleh organisasi otonom (Ortom) yakni PDPM dan IPM, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), meninjau langsung lokasi kebakaran rumah warga persyarikatan Muhammadiyah di Desa Padang Bindu, Kecamatan Mulak Sebingkai, pada Kamis (7/5/2026).
Dalam peristiwa tersebut, terdapat tiga rumah yang hangus terbakar, masing-masing milik Sahadi, Yatasrin, dan Puspita. Selain itu, tiga rumah lainnya turut terdampak, yaitu milik Apriansyah, Kadar Litandra, dan Midian.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan PDM Lahat juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan barang layak pakai kepada para korban. Bantuan diserahkan secara simbolis di posko koordinasi penanganan korban kebakaran sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Muhammadiyah terhadap warga yang terdampak musibah.
Ketua PDM Lahat, H. Ahmad Muttaqin, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menyebut bahwa musibah merupakan ujian yang datang tanpa diduga.
“Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Lahat turut berbelasungkawa atas musibah kebakaran ini. Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga mereka diberikan kekuatan, ketabahan, dan segera bangkit dari ujian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDPM Lahat, Nope Priasadi, mewakili seluruh Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Lahat, juga menyampaikan duka cita mendalam kepada anggota PCPM Padang Bindu yang terdampak musibah tersebut.
“Kami dari Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Lahat turut berdukacita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara kita di PCPM Padang Bindu.
Musibah ini tentu tidak ada yang menginginkannya, namun sebagai hamba Allah SWT yang beriman, kita meyakini bahwa semua yang terjadi merupakan bagian dari qada dan qadar-Nya. Semoga diberikan kesabaran dan ketabahan,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Muhammadiyah terhadap sesama, khususnya warga persyarikatan yang sedang mengalami musibah, sekaligus wujud nyata semangat gotong royong dalam membantu meringankan beban korban.
(Ali).









