Opini Publik
Oleh: Hendro Juniarto
Langkah maju PT Akses Lintas Raya (ALR) yang kini tengah menuju “garis finis” dalam penuntasan dokumen Perjanjian Pemanfaatan Lahan Bersama (PPLB) harus dilihat sebagai momentum positif bagi iklim investasi di Kabupaten Lahat. Di tengah tuntutan tata kelola perusahaan yang bersih, komitmen PT ALR dalam menyelesaikan legalitas jalur angkutan komoditas sepanjang 27 kilometer ini mencerminkan profesionalisme tinggi. Keberhasilan membangun kesepahaman dengan pemilik aset sensitif—mulai dari Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola PT Pertamina EP di bawah pengawasan DJKN hingga wilayah HGU perkebunan sawit PT Bumi Sawit Permai (BSP)—membuktikan bahwa PT ALR adalah mitra strategis yang taat asas.
Optimisme terhadap keberlanjutan proyek ini kian diperkuat oleh hadirnya langkah solutif dan nyata dari pemerintah melalui pembangunan Jembatan Sengkuang. Infrastruktur penting ini hadir sebagai jawaban konkret yang menjadi akses utama sekaligus urat nadi mobilitas bagi dua desa, yaitu Desa Lematang Jaya dan
Desa Cempaka Wangi.
Keberadaan Jembatan Sengkuang secara otomatis mengurai kekhawatiran masa lalu terkait faktor keselamatan di jalan umum. Dengan adanya fasilitas publik yang representatif ini, jalur logistik komoditas perusahaan dan jalur aktivitas harian masyarakat kini memiliki ruangnya masing-masing. Keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling mengganggu mobilitas satu sama lain.
Sikap terbuka manajemen PT ALR dalam menyerap aspirasi warga Desa Cempaka Wangi, Lematang Jaya, dan Desa Arahan juga menunjukkan bahwa perusahaan tidak sedang membangun dinding pembatas, melainkan jembatan komunikasi. Gejolak sosial yang sempat terjadi di masa lalu tidak dihindari, melainkan dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk menyempurnakan aspek keselamatan jalan, kepastian lahan adat, hingga pemenuhan standar AMDAL bersama Dinas Lingkungan Hidup.
Kita harus objektif melihat bahwa kehadiran investasi PT ALR membawa efek domino yang besar bagi perekonomian daerah. Melalui sinergi antara kepatuhan hukum dokumen PPLB, keterbukaan korporasi, dan dukungan infrastruktur Jembatan Sengkuang dari pemerintah, masyarakat Lahat justru mendapatkan jaminan keamanan sekaligus peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. PT ALR telah membuktikan bahwa industri komoditas dan ruang hidup warga bisa berjalan beriringan secara harmonis lewat dialog yang transparan dan tindakan nyata.




















