Lahat – Ada rasa haru yang terpancar dari wajah jemaah Masjid An-Nur di Jalan Guru-Guru, Kelurahan Bandar Agung, Kabupaten Lahat. Menara impian yang selama ini dinanti, kini perlahan menjulang gagah setinggi 17 meter di halaman masjid kebanggaan mereka.
Bagi warga, menara itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah penanda syiar, penanda cinta pemerintah pada rumah ibadah.
“Alhamdulillah, akhirnya apa yang kami nantikan selama ini terealisasi. Dulu kami hanya bisa berharap, sekarang menaranya sudah berdiri di depan mata,” ujar Fajar ketika di bincangi awak media seusai shalat Jumat.
Ucapan terima kasih pun mengalir tulus untuk Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widia Ningsih. Di mata warga, keduanya dinilai tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hati masyarakat.
“Terima kasih Pak Bupati, Ibu Wabup. Kepedulian ini sangat kami rasakan. Menara ini akan membuat suara azan terdengar lebih jauh, lebih terang, sampai ke lorong-lorong rumah warga,” kata Fajar.
Kekaguman warga bukan tanpa alasan. Sejak awal pengerjaan, mereka menyaksikan sendiri bagaimana proses pembangunan dilakukan dengan penuh kesungguhan.
“Setiap hari kami lihat. Pekerjaannya rapi, kokoh, dan tertata. Bukan asal jadi. Kami sebagai jemaah ikut senang melihatnya,” tutur seorang jemaah lain yang enggan disebutkan namanya.
Kini, dari puncak menara setinggi 17 meter itu, warga membayangkan kumandang azan akan pecah menyelimuti kampung, memanggil anak-anak mengaji, mengajak warga bersujud.
“Pembangunan ini bukti nyata Menata Kota Membangun Desa itu bukan sekadar slogan. Kami merasakan langsung. Masjid kami lebih indah, lebih kokoh, dan insyaallah lebih berkah,” tutupnya penuh syukur.
(Ali/Poniman).
























