Lahat – Ada momen haru sekaligus membakar semangat saat Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mengunjungi SMP Negeri 1 Merapi Barat, Kamis (2/1/2026). Sekolah tersebut bukan sekadar lokasi kunjungan kerja, melainkan almamater tempat Wabup menamatkan pendidikan SMP pada tahun 2010.
Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Lahat itu disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat, H. Niel Aldrin, SE., MAP bersama kepala sekolah, dewan guru, dan ratusan siswa.
Kadisdik Niel Aldrin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wabup Lahat yang tak hanya meninjau fasilitas, namun juga berkenan menjadi pembina upacara bendera Merah Putih di halaman SMP Negeri 1 Merapi Barat.
Suasana haru pecah saat Wabup Widia berdiri di podium upacara, di tempat yang 16 tahun lalu ia berdiri sebagai siswa.
“Inilah SMP kebanggaan saya. Sudah 16 tahun saya meninggalkan sekolah ini. Fasilitasnya banyak berubah, guru-guru juga banyak yang pensiun dan pindah. Tapi kenangan di sini masih melekat kuat,” ujar Widia di hadapan peserta upacara, Kamis pagi (4/5).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi. Mulai 2026, Wabup diminta keliling ke seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Lahat untuk memantau langsung dua hal, kegiatan belajar mengajar dan kondisi fasilitas sekolah.
“Pak Bupati lahat H Bursah Zarnubi menginstruksikan saya untuk turun langsung. Bukan hanya SMPN 1 Merapi Barat, tapi seluruh SMP dan SD di Lahat. Kita ingin pastikan proses belajar berjalan baik dan fasilitasnya layak,” tegas Widia.

Widia menyebut, total ada sekitar 330 SD dan 70 SMP di Kabupaten Lahat. Dengan jumlah itu, perbaikan tidak mungkin dituntaskan dalam satu tahun.
“Kita butuh waktu 5 tahun dengan sistem multiyears. Dimulai dari skala prioritas dan urgensi. Yang rusak berat kita dahulukan,” jelasnya.
Ia meminta pihak sekolah segera menyampaikan proposal kebutuhan. Menurutnya, sejak 2025 Pemkab sudah mulai merealisasikan perbaikan beberapa sekolah.
“Waktu saya jadi anggota DPRD Dapil Merapi Area, banyak aspirasi dari sekolah ini. Alhamdulillah beberapa fasilitas bisa kita bantu. Sekarang sebagai Wabup, komitmen itu akan kita lanjutkan,” kata Widia.
Usai upacara, di tengah cuaca terik, Wabup menyapa siswa dari kelas 7 hingga kelas 9. Ia berpesan agar siswa tetap semangat belajar dan tidak menyerah pada keadaan ekonomi.
“Pemkab Lahat punya banyak program beasiswa untuk anak tidak mampu tapi berprestasi. Mau jadi dokter, mau masuk tambang, kalau terkendala biaya, pemerintah hadir. Tugas kalian hanya satu: belajar dengan semangat,” ucapnya.
Widia juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis guru dan murid. Ia prihatin dengan maraknya berita orang tua melaporkan guru.
“Zaman kami dulu, guru galak tapi kami tidak pernah mengeluh. Bukan berarti saya benarkan kekerasan. Tapi selama untuk mendidik dan tidak berlebihan, jangan dibesar-besarkan. Guru juga harus selektif. Sekarang ada HAM, tidak bisa pakai cara lama,” pesannya.
Ia menegaskan, guru harus berintegritas dan selesai dengan dirinya sendiri sebelum mendidik.
“Jangan bawa masalah pribadi ke sekolah. Didik anak-anak dengan baik. Beri legacy, beri kenangan. Dulu kita hafal nama guru, sekarang budaya itu mulai hilang,” kata Widia.
Wabup Lahat Widia Ningsih SH MH juga mengingatkan amanat Presiden Prabowo Subianto, tidak boleh ada sekolah kotor.
“Setiap Jumat harus ada Jumat Bersih. WC sekolah, terutama yang di tengah kelas, wajib dijaga. Ini tugas bersama, bukan hanya guru dan kepala sekolah. Anak-anak juga harus ikut,” tegasnya.
Usai menyapa siswa, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan khusus oleh Wabup Widia Ningsih kepada para kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Merapi Barat yang dipusatkan di SMPN 1 Merapi Barat.
Dalam arahannya yang penuh semangat, Widia kembali mengutip kisah Kaisar Jepang pasca bom Hiroshima-Nagasaki.
“Kaisar tidak tanya berapa pengusaha yang tersisa. Tapi ia tanya: berapa guru yang tersisa? Karena guru adalah kunci peradaban,” ucapnya, disambut tepuk tangan para guru.
Ia berharap dari SMPN 1 Merapi Barat akan lahir bupati, wakil bupati, kepala dinas, hingga guru-guru hebat penerus estafet kepemimpinan. “Saya dan Pak Bupati ingin memperbaiki arah Lahat mulai hari ini. Untuk Lahat yang lebih baik,” tutup Widia.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan ruang kelas, WC, dan fasilitas sekolah. Kadisdik H. Niel Aldrin memastikan seluruh temuan Wabup akan segera ditindaklanjuti Dinas Pendidikan sebagai skala prioritas pembangunan 2026.
Turut hadir, Camat Merapi Selatan, Para Kepala Sekolah SMP dan SD Se-Merapi Area, Babinsa Merapi, Bhabinkamtibmas Merapi.
(PONIMAN/ALI).









