• Kriminal
  • Hukum & Politik
  • Otomotif & Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Ormas & Komunitas
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Essay
  • Opini
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
  • Profile
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
  • Profile
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Kabar Hari Ini

Momen Anniversary ke-9 SMSI: Pena dan Nurani Bersatu dalam Takjil serta Tabayyun di Kabupaten Lahat

Aan Jasundra by Aan Jasundra
8 Maret 2026
in Kabar Hari Ini, Lahat, Nasional, Ormas dan Komunitas, Pembangunan, Pemerintahan, Pendidikan, Uncategorized
0 0
0
Momen Anniversary ke-9 SMSI: Pena dan Nurani Bersatu dalam Takjil serta Tabayyun di Kabupaten Lahat
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lahat – Kabupaten Lahat, sebuah negeri di bawah naungan Bukit Barisan, kembali menyaksikan sebuah harmoni yang melampaui sekadar rutinitas profesi. Ketika rona jingga di ufuk barat mulai meredup, memberikan jalan bagi syahdu yang merambat di antara sela-sela pepohonan, sebuah pergerakan kemanusiaan sedang berdenyut di jantung Kabupaten Lahat. Pada Sabtu, 7 Maret 2027, tepat di simpang tiga Al-Muttaqin, Pagar Agung, udara tak hanya membawa aroma bising dari deru mesin, tetapi juga aroma ketulusan dari para pencari berita.

Hari itu bukan sekadar hari Sabtu biasa. Bagi keluarga besar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lahat, momen ini adalah tonggak sejarah, yakni milad ke-9 tahun berdirinya organisasi perusahaan media siber terbesar di tanah air. Namun, alih-alih merayakannya dengan kemewahan di balik dinding beton, mereka memilih jalanan. Mereka memilih debu, senyum para pengemudi, dan jabat tangan hangat dengan masyarakat. Bersama Forum Jurnalis Lahat (FJL), SMSI merajut silaturahmi di atas aspal, membagikan ratusan bingkisan takjil sebagai simbol bahwa jurnalisme tak boleh berjarak dari nadi kehidupan rakyat.

Lalu lintas di Pagar Agung sore itu tampak padat. Deru mesin motor dan mobil bersahutan, membawa raga-raga yang lelah menuju rumah untuk berbuka. Di tengah hiruk-pikuk itu, nampak para punggawa media, mereka yang biasanya memegang kamera dan pena, kini memegang kotak-kotak berisi kudapan manis.

Ada pemandangan puitis di sana. Bagaimana seorang wartawan, yang sehari-harinya bergulat dengan berita konflik atau kebijakan publik, kini tersenyum tulus menyodorkan takjil kepada seorang tukang ojek yang peluhnya masih menetes. Ini adalah bentuk “jurnalisme rasa”. Bahwa di balik setiap teks yang mereka produksi, ada detak jantung kepedulian.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pengamat, tapi sebagai bagian dari masyarakat,” bisik Baraf Dafri, salah satu pengurus SMSI di sela kesibukannya. Aksi berbagi ini menjadi pembuka yang manis bagi perayaan hari jadi ke-9 SMSI, sebuah usia yang dalam filosofi angka melambangkan kematangan dan puncak pencapaian sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Sebelum mentari benar-benar tenggelam di balik bayang-bayang Bukit Barisan, rombongan jurnalis ini bergerak menuju kediaman Muchtarim, sosok yang kini menakhodai SMSI Lahat. Di sana, suasana formalitas birokrasi luruh, digantikan oleh kehangatan kekeluargaan.

Tamu-tamu penting mulai berdatangan. Hadir Ketua PWI Lahat, Ehdi Amin, yang kehadirannya menegaskan bahwa meski bernaung di organisasi yang berbeda, ruh jurnalisme di Lahat tetaplah satu: pengabdian. Hadir pula para penegak hukum yang menjadi mitra strategis media, Kasi Pidum Kejari Lahat Priyuda Adhitya Muchtar S.H., dan Kasi Datun Ahmad Muzayyin S.H., M.H. Kehadiran mereka seolah menjadi saksi bahwa sinergi antara pers dan hukum adalah pilar penting bagi tegaknya keadilan di Bumi Seganti Setungguan.

Tak ketinggalan, energi muda terwakili oleh Syauqi Zata Amani, Ketua Cendrawasih Bungsu Club yang juga Wakil Ketua HIPMI Lahat. Ruangan itu menjadi mikrokosmos dari berbagai elemen masyarakat, pers, hukum, pendidikan, dan pengusaha, yang duduk bersimpuh di atas hamparan karpet yang sama, menunggu azan berkumandang.

Sebelum air membasahi tenggorokan, jiwa-jiwa yang hadir terlebih dahulu diberi asupan nutrisi oleh Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M., Ketua PGRI Lahat. Dalam tausyiyah singkat namun sarat makna, beliau menguraikan filosofi profesi wartawan dalam kacamata ilahiah.

Dengan suara yang tenang namun berwibawa, Dr. Hasperi memulai, “Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan lisan dan pena sebagai amanah, serta menjadikan informasi sebagai cahaya, atau sebaliknya, sebagai fitnah, tergantung siapa yang menyampaikannya.”

Kalimat pembuka itu seolah menyentak kesadaran para jurnalis yang hadir. Beliau menekankan bahwa dalam Islam, wartawan adalah pemegang peran strategis. Mereka adalah “Saksi Zaman”. Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 6, beliau mengingatkan tentang pentingnya Tabayyun, sebuah konsep verifikasi yang jauh sebelum ilmu komunikasi modern ada, sudah menjadi fondasi utama dalam Islam.

“Wartawan sejati tidak tergesa-gesa menyebarkan berita. Kecepatan tidak boleh mengalahkan keakuratan, dan popularitas tidak boleh mengorbankan integritas,” tegasnya.

Beliau membawa jamaah kembali ke masa Rasulullah SAW, di mana setiap informasi dikurasi dengan ketat. Para sahabat nabi adalah prototipe jurnalis terbaik yang pernah ada; mereka sangat teliti dalam menjaga keaslian satu kata pun dari lisan Nabi. Pesan ini menjadi refleksi tajam di tengah gempuran era disinformasi dan hoaks yang kerap melanda media siber saat ini.

“Jika berita disampaikan dengan niat lurus demi kebenaran, ia bernilai ibadah. Namun jika dipelintir demi kepentingan sesaat, ia akan menjadi beban di hadapan Allah kelak,” pungkas Dr. Hasperi. Sebuah pengingat puitis yang menutup kultum dengan doa agar para wartawan di Lahat tetap berdiri tegak di atas kejujuran, sepahit apa pun kenyataan yang harus diwartakan.

Saat azan Maghrib berkumandang, suasana berubah menjadi khidmat. Segelas air dan sebutir kurma mengakhiri dahaga, namun diskusi mengenai masa depan Lahat justru baru dimulai.

Seusai melaksanakan sahalat Maghrib berjamaah, Muchtarim, selaku Ketua SMSI Lahat, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Wajahnya memancarkan optimisme seorang pemimpin yang siap membawa organisasinya melintasi tantangan zaman. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Lahat, serta jajaran Kejari yang telah memberikan dukungan moral maupun institusional.

“Kedepannya SMSI dan FJL serta organisasi wartawan lainnya akan selalu bersinergi membantu dan mendukung pemerintah daerah. Kami ingin terlibat dalam narasi ‘Menata Kota, Membangun Desa’,” ujar Muchtarim dengan nada tegas. Ia berharap seluruh organisasi wartawan di Lahat dapat bersatu padu, memberikan motivasi bagi jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih.

Bagi Muchtarim, mengkritik adalah tugas pers, namun membangun adalah tanggung jawab bersama sebagai warga negara. Keseimbangan inilah yang ingin ia jaga di bawah bendera SMSI.

Suasana berbuka puasa yang sederhana itu justru melahirkan komitmen yang luar biasa. Syauqi Zata Amani selaku Ketua Cendrawasih Bungsu Club dan Wakil Ketua HIPMI menyambut hangat visi SMSI. Sebagai representasi pengusaha muda, ia melihat media siber sebagai katalisator ekonomi yang vital.

“Kami siap bersinergi. Pelantikan pengurus SMSI yang akan datang adalah awal dari kolaborasi besar untuk memajukan potensi daerah kita,” ucap Syauqi, memberikan angin segar bagi ekosistem usaha di Lahat.

Senada dengan itu, Ahmad Muzayyin dari Kejari Lahat memberikan apresiasi atas terpilihnya Muchtarim. “Selamat kepada saudara kami Muchtarim. Kami siap meneruskan energi positif yang selama ini telah terjalin antara korps Adhyaksa dan kawan-kawan media,” ungkapnya.

Di sudut lain, meskipun tidak bisa hadir secara fisik karena tugas di luar kota, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Penasehat SMSI Lahat, menyampaikan pesan melalui gawai pribadinya. Pesannya singkat namun penuh dorongan semangat:

“Teruslah bersemangat, berinovasi, dan menjadi media yang profesional serta berintegritas. Sajikan berita positif kepada masyarakat dan jadilah mitra strategis pemerintah.”

Pesan dari sang Wakil Bupati ini seolah menjadi “ijazah” moral bagi pengurus SMSI Lahat untuk terus bergerak maju.

Acara malam itu ditutup dengan momen simbolis yang emosional: pemotongan kue Anniversary ke-9 SMSI. Lilin yang menyala di atas kue itu bukan sekadar cahaya kecil di tengah kegelapan malam, melainkan simbol semangat yang tak boleh padam. Setiap irisan kue yang dibagikan adalah representasi dari kebersamaan yang telah dipupuk selama hampir satu dekade.

Sembilan tahun adalah usia yang cukup untuk belajar dari kesalahan, namun masih cukup muda untuk terus bermimpi. SMSI Lahat, melalui kolaborasi dengan FJL, telah membuktikan bahwa kekuatan pena akan menjadi jauh lebih tajam dan bermakna ketika ia dibasuh dengan air wudu dan niat untuk berbagi.

Ketika para tamu mulai pamit satu per satu, langit Lahat tetes hujan mulai turun memicu kesejukan dan menyeret aroma tanah basah. Mungkin inilah keberkahan yang datang, air hujan yang turun seakan sedang tersenyum melihat para pembawa berita sedang merayakan kemanusiaan. Di simpang Al-Muttaqin tadi sore, mereka membagi makanan; di kediaman Muchtarim malam ini, mereka membagi harapan.

Kegiatan ini mengajarkan kita satu hal: bahwa informasi adalah oksigen bagi demokrasi, namun etika dan silaturahmi adalah detak jantungnya. Selamat ulang tahun ke-9 SMSI. Teruslah menjadi pelita di tengah rimba informasi, tetaplah menjadi “Saksi Zaman” yang jujur, dan semoga setiap kata yang tertulis di layar-layar ponsel masyarakat Lahat senantiasa membawa kemaslahatan bagi umat.

Lahat telah mencatat, bahwa di suatu Sabtu di bulan Maret, ada sekumpulan jurnalis yang memilih untuk berhenti sejenak dari mengejar deadline, demi mengejar rida Ilahi melalui sebungkus takjil dan segenggam doa.

Tags: SMSI

Warta Video

Arsip

  • sosial
  • Pendidikan
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • TNI & Polri
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Essay
  • Seni & Budaya
  • Opini
  • Profile
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber
  • SmartSlider
  • Profile

© 2026 by Ricko Hazadi

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?