wartabianglala.com, Lahat — Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat, Muchtarim, tampil dengan gagasan besar yang menekankan persatuan, independensi, dan keberanian moral pers. Melalui visi dan misi yang tegas, ia ingin mengembalikan PWI Lahat sebagai rumah bersama para wartawan, sekaligus kekuatan kontrol sosial yang berdiri tegak di atas nilai-nilai profesi.
Dalam visinya, Muchtarim menegaskan komitmen untuk membangun PWI Lahat yang benar-benar bersatu, berdaulat secara organisasi, tajam dalam sikap, serta berdiri sebagai kekuatan moral pers, bukan sebagai perpanjangan tangan kekuasaan maupun kepentingan sesaat.
“PWI harus kembali pada marwahnya. Pers tidak boleh tunduk pada tekanan politik, ekonomi, atau kepentingan sempit apa pun,” tegasnya. (03/02).
Untuk mewujudkan visi tersebut, Muchtarim merumuskan sejumlah misi strategis. Salah satu fokus utamanya adalah mengakhiri fragmentasi dan politik sekat yang selama ini dinilai melemahkan soliditas organisasi. Ia menolak praktik pengkotak-kotakan anggota, patronase, serta politik kedekatan yang menggerus keadilan dan profesionalisme.
Menurutnya, PWI Lahat harus menjadi rumah besar bagi seluruh wartawan, bukan arena dagang pengaruh ataupun tempat menguatkan kepentingan segelintir elit.
Di bidang independensi pers, Muchtarim berkomitmen menempatkan PWI Lahat di garis terdepan melawan intervensi politik, tekanan kekuasaan, dan kooptasi ekonomi yang berpotensi membungkam nurani jurnalistik. Ia menegaskan bahwa keberanian bersikap adalah ruh dari profesi wartawan.
Tak kalah penting, ia juga menekankan normalisasi profesionalisme dalam tubuh organisasi. Kompetensi, integritas, dan karya jurnalistik harus menjadi ukuran utama, menggantikan budaya loyalitas buta, titipan, dan kepentingan pribadi.
Dalam aspek perlindungan anggota, Muchtarim menyuarakan keberpihakan yang jelas. Ia berjanji akan memperkuat advokasi hukum dan memastikan organisasi hadir membela wartawan yang dikriminalisasi, diintimidasi, atau ditekan karena menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Wartawan tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian saat kebenaran ditekan,” ujarnya.
Ia juga mengusung transparansi total dalam tata kelola organisasi, dengan mengakhiri budaya gelap dalam pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, serta distribusi kesempatan di tubuh PWI Lahat.
Lebih jauh, Muchtarim ingin mengembalikan fungsi pers sebagai kontrol sosial yang kritis terhadap penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan kebijakan yang merugikan publik, tanpa pandang bulu.
Seluruh gagasan tersebut dirangkum dalam tagline “PWI Lahat Bersatu”, dengan semangat: Bersatu Melawan Tekanan, Tegak Menjaga Profesi Secara Bersama-sama.
Baginya, PWI yang bersatu adalah PWI yang berani berkata tidak pada kekuasaan yang menekan, berani jujur pada dirinya sendiri, dan berani membela anggotanya tanpa syarat.
Dengan visi tersebut, Muchtarim berharap PWI Kabupaten Lahat kembali menjadi organisasi yang disegani, berwibawa, dan benar-benar berpihak pada nilai kebenaran serta kepentingan publik.






