Jika Bukan Kita, Siapa Lagi? DLH Lahat Ajak Siswa SMPN 1 Lahat Selatan Jadi Penjaga Bumi

wartabianglala.com, Lahat – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat melalui Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup menggelar Sosialisasi Program Adiwiyata di SMPN 1 Lahat Selatan, Rabu (3/9). Kegiatan ini berlangsung semarak, penuh edukasi, dan mendapat sambutan antusias dari seluruh siswa kelas VIII dan IX.

Acara dibuka langsung oleh Kepala SMPN 1 Lahat Selatan, Johan Kapri, M.Pd., dengan dihadiri staf ahli bidang pendidikan serta perwakilan Pokja II TP PKK Kabupaten Lahat. Sosialisasi yang berlangsung di aula sekolah ini diwarnai semangat kebersamaan, dialog interaktif, serta penyampaian materi yang menyentuh aspek praktis maupun filosofis terkait kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang membawakan materi dengan gaya inspiratif dan mudah dicerna oleh siswa.

Pertama, Clara Sopiana Primartuti atau akrab disapa Mba Nana, tenaga ahli Bidang IV DLH Lahat, yang memberikan pemaparan tentang pentingnya kepedulian lingkungan. Ia menjelaskan secara detail mengenai poin-poin penilaian dalam Program Adiwiyata, di antaranya:

  1. Kebijakan berwawasan lingkungan, yaitu bagaimana sekolah memiliki visi, misi, dan kebijakan yang mendukung terciptanya lingkungan sehat, bersih, dan hijau.
  2. Pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, di mana materi pelajaran dapat dikaitkan dengan isu-isu lingkungan hidup agar siswa memiliki wawasan ekologis yang komprehensif.
  3. Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, yakni bagaimana siswa dan warga sekolah turut aktif dalam kegiatan nyata seperti penghijauan, pengelolaan sampah, hingga konservasi air.
  4. Pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan, termasuk kebersihan fasilitas sekolah, ruang kelas yang sehat, dan adanya area hijau yang terawat.

Dengan bahasa sederhana, Mba Nana menekankan bahwa Adiwiyata bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan yang mengubah cara pandang dan perilaku generasi muda untuk lebih peduli terhadap bumi.

Selanjutnya, Herdiansyah atau Kak Dian, pengelola Bank Sampah Desa Arahan sekaligus pengelola TPS 3R Masda Jaya, berbagi pengalaman nyata dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Ia menjelaskan bagaimana sampah rumah tangga dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menghasilkan keuntungan ekonomi.

“Dari sampah organik kita bisa membuat pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Dari sampah anorganik seperti plastik dan kertas, kita bisa mengolahnya menjadi produk kerajinan atau dijual kembali. Jadi, kebersihan bukan hanya soal tanggung jawab sosial, tetapi juga bisa memberikan profit bila dikelola dengan benar,” jelasnya dengan penuh motivasi.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lahat, Siti Zaleha, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli dan berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami berharap besar para peserta yang hadir dapat menjadi agen of change, agen perubahan bagi kelestarian lingkungan hidup. Kesadaran menjaga bumi adalah tanggung jawab setiap personal. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Lahat Selatan, Johan Kapri, M.Pd., menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga memiliki potensi berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan membentuk kelompok peduli lingkungan di sekolah yang beranggotakan siswa-siswa pilihan. Mereka inilah yang akan menjadi agen lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat luas,” tutur Johan.

Kegiatan semakin bermakna dengan adanya sesi interaktif. Para siswa berkesempatan menunjukkan potensi mereka melalui presentasi studi masalah lingkungan yang diikuti dengan tawaran solusi. Mereka juga membuat desain denah sekolah secara terperinci sebagai analogi denah lingkungan yang ideal.

Tidak hanya edukatif, kegiatan ini juga berlangsung semarak dengan berbagai doorprize dan hadiah yang dibagikan DLH kepada peserta. Hal ini semakin menambah antusiasme siswa dalam mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Sosialisasi Program Adiwiyata di SMPN 1 Lahat Selatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli lingkungan, serta siap menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Dengan perpaduan materi inspiratif, praktik nyata, serta partisipasi aktif siswa, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan—karena menjaga bumi adalah warisan berharga bagi generasi mendatang.

(Aan Kunchay)

Pos terkait