• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Feature

Antara Mas Bond dan Sepak Bola

Aan Jasudra by Aan Jasudra
30 Januari 2026
in Feature, Kabar Hari Ini, Lahat, Profil, Sepak Bola
0 0
0
Antara Mas Bond dan Sepak Bola
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Tentang Hujan, Gol, dan Cinta yang Tetap Membumi”

Lahat – Di satu titik tenang di Talang Kabu, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Lahat, ada kisah sederhana tentang sepak bola yang tumbuh. Kisah itu milik Boni Poernawan, seorang guru yang lebih akrab disapa Mas Bond. Bagi Mas Bond, sepak bola bukan sekadar permainan 90 menit, bukan pula hanya soal skor atau trofi. Ia adalah ruang belajar tentang mental, disiplin, kebersamaan, dan cara menikmati hidup apa adanya.

Mas Bond mengenal sepak bola sejak kecil di sebuh desa kecil di Kabupaten Musi Rawas. Tak ada stadion megah, tak ada sepatu mahal, apalagi jersey orisinal. Yang ada hanyalah lapangan kampung, bola seadanya, dan hujan yang turun tanpa permisi.

“Bermain bola sambil hujan-hujanan,” kenangnya singkat, tapi penuh makna.

Di sanalah cinta itu tumbuh. Lingkungan rumah menjadi sekolah pertamanya, teman-teman sebaya menjadi pelatih tanpa lisensi, dan hujan menjadi saksi awal ketertarikannya pada si kulit bundar. Sepak bola datang bukan melalui layar televisi atau siaran radio, melainkan lewat kaki-kaki kecil yang berlari tanpa beban.

Bagi Mas Bond, masa kecil itu adalah fondasi. Ia menikmati sepak bola dengan bermain langsung di kampung, merasakan jatuh bangun di tanah, belajar bangkit setelah terjatuh, dan memahami bahwa permainan ini selalu menuntut kerja sama.

Seiring waktu, sepak bola Mas Bond berkembang. Ia mulai mengenal klub-klub besar dunia, hingga akhirnya hatinya berlabuh pada satu nama: Real Madrid.

“Sejak 15 tahun yang lalu,” ujarnya ketika ditanya sejak kapan ia menjadi pendukung Los Blancos.

Ada satu alasan yang membuat Real Madrid begitu istimewa di matanya: Cristiano Ronaldo. Sosok CR7 bukan hanya pemain idola, tetapi simbol mental juara yang ia kagumi.

“Skill dan mental juara,” katanya tegas saat ditanya apa yang paling ia kagumi dari Cristiano Ronaldo.

Bagi Mas Bond, CR7 bukan sekadar pencetak gol. Ia adalah contoh bagaimana kerja keras, disiplin, dan keyakinan pada diri sendiri bisa mengantarkan seseorang ke puncak dunia. Tak heran jika gaya bermain Mas Bond di lapangan pun sedikit banyak terinspirasi oleh sang idola.

“Iya. Siiiuuu!” katanya sambil tertawa, menirukan selebrasi khas Ronaldo.

Sebagai pendukung, Mas Bond tidak selalu begadang setiap pertandingan. Kesibukan dan usia membuatnya lebih selektif. Namun, untuk laga-laga penting, ia tetap rela menahan kantuk.

Ada satu momen yang tak akan pernah ia lupakan: ketika Real Madrid menjuarai Liga Champions ke-15.

“Itu momen paling bahagia,” ucapnya.

Tak ada air mata kesedihan dalam kisah sepak bolanya. Yang ada adalah kegembiraan, rasa bangga, dan kepuasan melihat klub yang ia dukung menorehkan sejarah. Sepak bola, baginya, adalah sumber bahagia, bukan sumber luka.

Sebagai seorang guru, Mas Bond melihat sepak bola dari sudut pandang yang lebih luas. Ia tidak hanya bicara soal teknik atau taktik, tetapi juga nilai-nilai yang lahir dari permainan ini.

“Kekompakan dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan besar,” ujarnya ketika ditanya pelajaran hidup dari sepak bola.

Sepak bola mengajarkannya tentang disiplin, tentang menerima kalah dan menang, serta tentang pentingnya peran setiap individu dalam tim. Nilai-nilai itu ia bawa ke kehidupan sehari-hari, termasuk dalam profesinya sebagai pendidik.

Menurut Mas Bond, sepak bola juga berperan dalam menjaga mental dan kesehatan, sekaligus melatih cara berpikir taktis. Ia tidak pernah menjadikan sepak bola sebagai pelarian dari masalah, tetapi sebagai sarana menjaga keseimbangan hidup.

Di lapangan, Mas Bond paling menikmati peran sebagai second striker. Alasannya sederhana dan jujur.

“Biar keren kayak Ronaldo,” katanya sambil tersenyum.

Ia menyukai sensasi mencetak gol dan menggiring bola, momen ketika kerja keras terbayar oleh sorak kecil teman-teman. Namun di balik semua itu, ada satu kenangan yang hingga kini masih tersimpan rapi: hampir ikut turnamen bergengsi di Jakarta.

Meski tak pernah benar-benar terwujud, kenangan itu menjadi bukti bahwa sepak bola pernah membawanya sangat dekat dengan mimpi besar. Dan bagi Mas Bond, mimpi yang nyaris tercapai tetaplah mimpi yang berharga.

Waktu berjalan, usia bertambah, kesibukan pun meningkat. Cara Mas Bond menikmati sepak bola ikut berubah. Ia tak lagi bermain sesering dulu, kini sekali dalam seminggu sudah cukup untuk menjaga kebugaran dan kebahagiaan.

Saat ini, ia aktif bermain bersama komunitas Mabol Yuk!. Bagi Mas Bond, bermain bersama komunitas bukan sekadar olahraga.

“3 S: Seru, Sehat, dan Silaturahmi,” katanya mantap.

Ada sesuatu yang tak tergantikan dari bermain langsung di lapangan: guyonan. Tawa, candaan, dan kebersamaan itulah yang membuat sepak bola terasa lebih hidup dibanding hanya menonton di layar kaca.

Jika suatu hari nanti ia tak lagi mampu bermain, satu hal yang paling akan ia rindukan adalah bermain bola bersama teman-teman. Bukan soal gol, bukan soal posisi, tetapi soal kebersamaan.

Jika sepak bola harus digambarkan dalam satu kata, Mas Bond memilih: “Nikmat.”

Menurutnya, sepak bola tak pernah benar-benar lepas dari hidup banyak orang karena di sanalah tempat melepaskan penat dan mengekspresikan kegembiraan. Ia adalah bahasa universal yang bisa menyatukan siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dari kampung hingga kota besar.

Namun di balik kecintaannya pada sepak bola, Mas Bond tetap menempatkan nilai spiritual di atas segalanya. Pesannya untuk generasi muda sederhana, tapi dalam:
“Cinta bola boleh, asal cintanya jangan melebihi cinta kepada Yang Maha Kuasa.”

Kisah Mas Bond bukanlah kisah pesepak bola profesional, bukan pula cerita tentang piala dan kontrak besar. Ini adalah kisah tentang bagaimana sepak bola hadir sebagai teman hidup, mengajarkan disiplin, menghadirkan kebahagiaan, dan menjaga silaturahmi.

Dari hujan di lapangan kampung hingga selebrasi “Siiiuuu!” di lapangan Mabol Yuk!, sepak bola terus mengalir dalam hidup Mas Bond. Dan mungkin, di situlah letak keindahannya: ketika sebuah permainan sederhana mampu memberi makna yang begitu dalam, tanpa pernah meminta lebih dari sekadar cinta yang tulus dan tetap membumi.

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

22 Mei 2026
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

21 Mei 2026
Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

21 Mei 2026
Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

21 Mei 2026

Recent News

Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

22 Mei 2026
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

21 Mei 2026
Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

21 Mei 2026
Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

21 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?