Muara Enim – Masyarakat Desa Pulau Panggung, menyayangkan belum adanya keputusan untuk pertanggung jawaban dari Pihak PT BAS dan PT MME, terkait adanya limbah tanah yang berhamburan di jalan lintas, dimana beberapa hari yang lalu sudah memakan korban.
Hal ini disampaikan oleh Sodri salah satu warga Desa Pulau Panggung saat menghubungi awak media melalui via tlp WhatsApp, Sodri mengatakan sudah beberapa kali dilakukan mediasi namun belum juga ada solusi yang memihak ke warga.
“Kami sudah 3 kali melakukan Mediasi, baik dengan Pemerintah Desa, pihak perusahaan dan masyarakat, namun belum ada solusi ataupun keputusan dimana pihak perusahaan masih mengutamakan keputusan nya saja, “Jelas Sobri.
Baca Juga berita sebelumnya ;
Mediasi Tak Temukan Solusi, Masyarakat Desa Pulau Panggung Stop Total Aktifitas PT BAS Dan PT MME
Dilanjutkan Sodri, akibat mediasi pertama dan kedua tak mendapatkan solusi, masyarakat sudah melakukan aksi penyetopan aktifitas angkutan di jalan Hauling yang digunakan oleh kedua perusahaan tersebut. Dikabarnya nya, tadi malam (Selasa, 29 April 2025) pihak Kedua Perusahaan tersebut kembali mengajak untuk bermediasi namun masih tetap mendapatkan jalan buntu.
“Sebelum nya saya di kabari oleh rekan saya bahwa pihak perusahaan tersebut mengundang perwakilan untuk melakukan mediasi, namun pada awal nya saya agak ragu untuk hadir dikarenakan mediasi itu cuma dihadiri antara perwakilan warga dan pihak perusahaan saja, tapi tidak melibatkan pemerintah dan lain nya,”Kata Sodri.
Namun, lanjut Sodri, “setelah kami berunding, akhirnya kami perwakilan menerima undangan tersebut dalam artian kami anggap dengar pendapat bukan hal lain, ternyata pertemuan itu memang membahas terkait dampak dari kejadian limbah kemaren, pastinya tak ada kesepakatan, ”
Nah, pada saat pertemuan semalam dengan pihak perusahaan kami dikejutkan adanya oknum mengaku dari pemerintah Desa Pulau Panggung yang menghalau aksi masyarakat dimana hampir saja terjadi konflik, namun situasi masih dapat diredam.
“Semalam ditempat aksi ada 2 oknum yang mengaku dari Pemerintah Desa, dimana oknum tersebut menyuruh mobil angkutan keluar, tapi ulah itu membuat kami kecewa dan sempat terjadi cekcok, tapi intinya kami minta supaya tidak dibenturkan sesama masyarakat, kami hanya minta pertanggung jawaban dari pihak perusahaan, supaya bisa menikmati hidup sehat, aman dan nyaman tanpa adanya dampak dari limbah.
Jujur, kami sangat mendukung adanya pertambangan di wilayah kami, tapi disini kami minta supaya pihak perusahaan harus menjalankan kewajiban dan tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat sesuai aturan yang ada, “ujar nya.
Ditambahkan Sodri, dirinya hari ini sudah melayangkan surat permohonan kepada pihak Pemerintah Kecamatan, Kapolsek Tanjung Agung, Koramil 404-05/Tanjung Enim dan Desa, untuk di fasilitasi mediasi.
Sementara itu, sampai saat ini awak media belum mendapat tanggapan dari pihak manajemen PT BAS dan MME, dikarenakan berdasarkan info melalui via Whatshapp, Akwamal selaku Humas PT BAS mengabarkan kondisi masih sakit, sedangkan Ari dari Humas PT MME belum ada kabar.
Dikabarkan, Aksi penyetopan akan kembali berlanjut, yang akan dimulai pada malam ini.
Saat berita ini diterbitkan, awak media masih terus memantau perkembangan selanjutnya.
(Ali/Poniman).









