Muara Enim – Masyarakat menjadi heboh terkait adanya pengendara Roda Dua Jenis Motor mengalami kecelakaan tunggal, akibat banyak nya lumpur tanah yang berhamburan di jalan lintas sumatera Muara Enim – Baturaja, diduga dari jalan Hauling milik PT BAS, tepat nya di Desa Pulau Panggung Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim.
Berdasarkan pantauan awak media, kehebohan adanya kecelakaan tersebut, didapat dari Vidio yang tersebar di grub-grub Whatshapp yang disampaikan oleh masyarakat ke awak media.
“Nah latebalek lagi nah, labanyak nian korban di wilayah kiteni, nah lok Mane pemerintah desa ni wui, nah la terbalik lagi, tanah Gale jalan ni, tanah liat. (Nah sudah kecelakaan lagi, sudah banyak korban di wilayah kita ini, bagaimana pemerintah Desa, la jatuh lagi, tanah semua jalan ini, tanah liat), ucap salah satu warga yang bersuara di vidio tersebut, dimana belum diketahui nama nya.
Terkait insiden itu, awak media mencoba menghubungi Pemerintah Desa, Pulau Panggung yaitu Syafri Kades melalui pesan Whatshapp nya di nomor 0821-8223-xxxx, untuk menanyakan adanya kejadian yang disampaikan dari vidio tersebut, sampai saat ini konfir belum dibaca, alias masih centang 1, namun menurut informasi, saat ini Kades dan Sekdes lagi melakukan Manasik Haji di Palembang
selain itu, awak media juga mencoba menghubungi Akwam, salah satu pihak Manajemen PT BAS melalui Via WhatsApp di Nomor 0811-8967-xxx, untuk mengkonfirmasi adanya insiden tersebut, namun awak media cuma mendapat jawaban, “Wa Alaikum salam…mhn maaf pak saya masih di rawat di RS BAM, “kata Akwam.
Tak hanya itu, awak media juga mengkonfirmasi salah satu warga yang tak mau di sebutkan nama nya, mengatakan adanya kabar bahwa jalan Hauling milik PT BAS yang lalu lalang keluar mobil angkutan Batubara difungsikan oleh pihak PT MME.
“MME ni numpang jln bas saja li, Ada tanah secumpuk, Ini yang tanggung jawab BAS yang punya wilayah, tetapi juga harus dibantu MME, karna jalan juga difungsikan oleh MME, Intinya 2 partai harus kerjasama untuk kebersihan jalan lintas, mereka ini baik itu PT BAS dan MME itu satu pintu melakukan aktifitas dijalan Hauling tersebut, “ujar nya.
Hal yang sama di ungkapkan salah satu warga yang juga ingin identitas tak mau disebut, dimana dia mengatakan prihatin terkait adanya insiden kecelakaan, akibat banyak nya tanah berhamburan di jalan lintas dari kendaraan mobil yang beraktifitas keluar dari Hauling milik PT BAS.
“Inilah fakta nya, seperti adanya pembiaran banyak tanah yang berhamburan mengakibatkan motor banyak kecelakaan disini, tadi saya tanyaa warga setempat, pagi ini sudah sekitar 10 motor yang terjatuh akibat jalan licin dan tanah numpuk dijalan lintas ini, tolong pemerintah untuk di tegur PT tersebut, dan diduga Perusahaan tersebut Ijin nya belum jelas, jadi intinya alangkah baik nya pihak PT itu supaya membersihkan adanya tanah yang berhamburan di sepanjang jalan, ini sudah banyak korban, “Ucap nya.
Sementara itu, untuk mencari kejelasan terkait info dari warga bahwa jalan Hauling PT BAS, saat ini juga di gunakan oleh PT MME, awak media langsung menghubungi ARI salah satu manajemen, Melalui Via Whatshapp di nomor 08539892xxxx, dimana dirinya menjawab
“Walaikum salam bang, terkait hal ini kami koordinasikan dulu bang., “selanjutnya dirinya menjawab, “Ijin bang, terkait pemberitaan, ini menjadi hak abang,..🙏, ”
selanjut nya ketika awak media menanyakan terkait kebenaran adanya PT MME juga melakukan aktivitas di jalan Hauling PT BAS, Ari menjawab, ” Project tambang kami memang ada di pulau panggung jg bang, dan kedua PT menggunakan jalan yg sma untuk hauling, “ungkap nya.
Saat berita ini diterbitkan, awak media mendapat kabar bahwa siang ini pemdes lagi melakukan rapat bersama pihak perusahaan.
(Ali/Poniman).









