• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Kabar Hari Ini

Ketuhanan Yang Maha Esa Demi Kepemimpinan Berdampak

Aan Jasudra by Aan Jasudra
1 Juni 2022
in Kabar Hari Ini, Lahat, Opini
0 0
0
Ketuhanan Yang Maha Esa Demi Kepemimpinan Berdampak
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“kenapa negara-negara lain maju, karena mereka (negara) itu takut dengan negara pesaing. Kenapa Indonesia tidak maju-maju, tuhan saja tidak pernah ditakuti”

(Prof Salim Said).

Ketika menjelang wafatnya, Umar bin Khattab berpesan untuk tidak memasukkan nama Abdulah bin Umar sebagai calon pengganti kepemimpinan kaum muslimin ke depan.
Alasannya cukup satu Umar saja dari garis keluarganya yang berat menjawab pertanyaan pertanggung jawaban dari tuhannya kelak. “Apa yang akan dikatakan Umar di hadapan Rabb-nya” begitu kalimat yang selalu keluar dari mulut Amirul mukminin ini dalam setiap kebijakannya.

Dari awal masa kepemimpinan Umar dan juga khalifah pendahulunya dilandasi dengan konsep ketuhanan. Konsep itu adalah sebuah rasa takut akan pertanggung jawaban kepemimpinannya kelak diakhir kesudahan.

Ketika kita menafsirkan sila pertama dari pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa. Pertama; bahwa setiap kepemimpinan yang hadir bagi seseorang adalah bukan hanya sekedar dari upaya dan kuasanya semata. Sangat amat bermasalah ketika menafsirkan apa yang kuasakan atas energi dan upayanya sendiri. Menafikkan peran tuhan disana. Pada puncaknya nanti justru malah mempertuhankan kekuasaan. Padahal sejarah tidak akan pernah ramah dengan orang-orang yang mengambil peran tuhan.
Kedua; ketika kita memahami bahwa kepemimpinan dengan konsep ketuhanan. Maka, kita memilih untuk menjadi orang-orang yang memikul beban kepemimpinan itu. Kekuasaan yang dicita-citakan adalah semata-mata menjadi perwakilan tuhan atas setiap perintah-Nya.

Kita tidak mencari yang lain dengan kekuasaan itu selain kebaikan bagi diri kita diakhirat kelak. Bukan sekedar popularitas dunia atau arogansi atas kemewahan dan kekuasaan. Semakin besar beban kekuasaan semakin besar pertanggungjawaban nantinya. Semakin besar pula peluang posisi kita di akhirat kelak. Surga tertinggi atau neraka terdalam. Itu konsekuensinya, tak ada pilihan lain.

“Sungguh aku sangat takut dengan neraka” ini adalah kalimat yang diucapkan oleh Umar bin Abdul Aziz. Keturunan Umar sebelumnya. Takdir berkata lain. Yang dahulu Umar bin Khattab menolak dari kalangan keluarganya untuk kembali memikul beban kepemimpinan. Justru Allah swt lebih tahu kepada pundak siapa beban ini harus dipikulkan.

Dari kalimat Umar bin Abdul Aziz kita memahami bahwa lagi-lagi konsep kepemimpinannya adalah berdasarkan ketuhanan. Ia memulai kepemimpinannya dengan melompat jauh ke akhir kesudahan kekuasaan atau kehidupannya kelak.

Dari kalimat pembuka itu Umar bin Abdul Aziz mengambil langkah untuk merubah dirinya sendiri terlebih dahulu. Dari seorang yang begitu mewah dalam kehidupannya ketika menjadi gubernur menjadi begitu memprihatinkan ketika menjabat pemimpin tertinggi Bani Ummayah. Beliau mahfum bahwa akan banyak yang diubah dari warisan kepemimpinan Bani Ummayah sebelumnya. Dan itu sangat membutuhkan energi yang begitu besar. Kekhawatiran akan hari akhir kelak menjadi sebuah energi yang begitu besar bagi dirinya untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Tidak kurang selama 2,5 tahun Umar bin Abdul Aziz berhasil melakukan perubahan-perubahan yang dicita-citakan tersebut.

Beliau wafat dengan usia yang relatif masih muda belum lagi genap 40 tahun. Dimana usia ini justru dianggap menjadi tahun-tahun awal kebijaksanaan atau kepemimpinan. Tetapi justru Umar bin Abdul Aziz sudah melampaui itu semua pada usia dibawah itu.

“Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan dimuka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” ini adalah ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh Umar bin Abdul Aziz menjelang wafatnya. Apa maknanya. ?!

Pertama; catatan sejarah tidak sedikit tentang kehancuran orang-orang yang sombong dengan kekuasaan atau kekayaan yang mereka miliki. Mereka menafsirkan bahwa kekuasaan dan kekayaan yang mereka miliki adalah mutlak dari daya dan upaya mereka sendiri. Terlalu berat bagi seorang pemimpin atau raja pada masa lalu untuk menerapkan konsep ketuhanan. Begitu pula yang diungkapkan oleh Abu Jahal ketika diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi Wa salam tentang konsep bertuhan dengan mengucapkan syahadat.. “Sungguh wahai Muhammad” ujar Abu Jahal. “Itu adalah kalimat yang paling dibenci oleh para raja sebelum-sebelumnya”.

Kedua; kekhawatiran pada negeri akhirat itu menjadi sebuah motivasi sekaligus energi besar untuk menggerakkan setiap langkah dan kebijakkan kepemimpinannya. Ketakutan inilah yang ujar Ustadz Anis Matta menjadi sebuah “Semangat Pertanggung Jawaban” yang sedari awal menjadi pilihan kita untuk meraih kekuasaan. Konsekuensi negeri akhirat lagi-lagi menjadi syarat untuk kita tidak bermain-main dalam kepemimpinan.

Semangat pertanggung jawaban itu bisa saja didorong dari hajat kita bersama untuk menentukan atau memilih siapa pemimpin kedepan misal sosok Anis Baswedan atau
Raffi Ahmad. Titik temunya tentu saja adalah semangat personal masing-masing calon tersebut untuk memikul beban bersama. Ketika kita semua menemukan motif yang benar dan niat yang lurus dalan menentukkan pemilihan kedepan maka itu harus dituntaskan. Semangat ini bukan sekedar guyonan atau rasa putus asa, kecewa dan kemarahan. Kepemimpinan harus dilandasi kesadaran dan berketuhanan.. kesadaran akan beban besar untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia..

Hari-hari kedapan tidak ada yang bisa memprediksi. “bangsa yang tidak dapat menghadapi tantangannya sendiri dengan caranya sendiri dipastikan akan mudah bubar” ucap Prof Salim Said. Kapitalisme suka atau tidak suka setidak sudah mampu memberi kesejahteraan pada dunia dibanding ideologi lainnya walau dengan kurun waktu yang cukup lama untuk mewujudkan itu. Ujar ustadz Anis. Dibanding Umar bin Abdul Aziz yang hanya membutuhkan waktu 2,5 tahun dengan usia kepemimpinan yang relatif sangat muda. Tapi lagi-lagi, tantangan kedepan belum ada yang bisa memprediksi. Kita meyakini semangat berketuhanan ini adalah konsep awal untuk mewujudkan apa yang kita cita-citakan..

Semangat kepemimpinan yang berketuhanan ini menjadikan kita lebih energik dan lebih bebas untuk bersama-sama mewujudkannya dengan berlandas kepada Persatuan Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022

(Catatan Hefra Lahaldi)

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
DITENGAH KEMERIAHAN HUT LAHAT KE-157, KADISDIKBUD NEIL ALDRIN SAMPAIKAN PESAN UNTUK MASA DEPAN ANAK BANGSA

DITENGAH KEMERIAHAN HUT LAHAT KE-157, KADISDIKBUD NEIL ALDRIN SAMPAIKAN PESAN UNTUK MASA DEPAN ANAK BANGSA

16 Mei 2026
Wagub Sumsel H Cik Ujang : Jadikan Festival Sriwijaya Momentum Kebangkitan Budaya Sumsel

Wagub Sumsel H Cik Ujang : Jadikan Festival Sriwijaya Momentum Kebangkitan Budaya Sumsel

16 Mei 2026
Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban

Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban

15 Mei 2026
Sri Meliyana Dorong Penguatan Gerakan Literasi di Kabupaten Lahat, FLP Siap Berkolaborasi

Sri Meliyana Dorong Penguatan Gerakan Literasi di Kabupaten Lahat, FLP Siap Berkolaborasi

14 Mei 2026

Recent News

DITENGAH KEMERIAHAN HUT LAHAT KE-157, KADISDIKBUD NEIL ALDRIN SAMPAIKAN PESAN UNTUK MASA DEPAN ANAK BANGSA

DITENGAH KEMERIAHAN HUT LAHAT KE-157, KADISDIKBUD NEIL ALDRIN SAMPAIKAN PESAN UNTUK MASA DEPAN ANAK BANGSA

16 Mei 2026
Wagub Sumsel H Cik Ujang : Jadikan Festival Sriwijaya Momentum Kebangkitan Budaya Sumsel

Wagub Sumsel H Cik Ujang : Jadikan Festival Sriwijaya Momentum Kebangkitan Budaya Sumsel

16 Mei 2026
Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban

Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban

15 Mei 2026
Sri Meliyana Dorong Penguatan Gerakan Literasi di Kabupaten Lahat, FLP Siap Berkolaborasi

Sri Meliyana Dorong Penguatan Gerakan Literasi di Kabupaten Lahat, FLP Siap Berkolaborasi

14 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?