• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Senin, Mei 4, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Kabar Hari Ini

Kopi Lahat Masih Kurang Perhatian

Aan Jasudra by Aan Jasudra
16 April 2022
in Kabar Hari Ini, Lahat, Pertanian
0 0
0
Kopi Lahat Masih Kurang Perhatian
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Soufie Retorika

wartabianglala.com – Naik turunnya ekonomi di masa Pandemi Covid membuat banyak lini mengalami kehancuran dan kegagalan. Masyarakat menjerit sebab hasil pertanian dan perkebunan pernah tidak menentu.Terkadang sayuran yang saat tiba masa panen mengalami anjlok. Sehingga petani membutuhkan pengendali harga namun dibaarengi dengan produk yang berkualitas.

Kabupaten Lahat, Bumi Seganti Setungguan memiliki potensi perkebunan sekitar 60 ribu hektar, kini kondisinya terus mengalami penggurangan setiap tahunnya oleh banyak hal. Begitu juga perkebunan kopi yang ada, terus mengalami penurunan. Dari data statistik yang ada, dan setelah beberapa tahun berkeliling di 24 kecamatan yang ada. Paling tidak penulis melihat potensi lahan kopi robusta cukup besar yakni sekitar 70-80 persen luas dari keseluruhan perkebunan kopi. Sementara 5-10 persen sendiri lahan kopi arabika dan 20 persennya merupakan lahan kopi liberika.

Hal yang menarik banyak dijumpai saat berjumpa petani kopi di perkebunan yang hampir turun temurun. Masyarakat hingga kini masih belum banyak mengetahui bahwa ada tiga jenis kopi yang ditanam di Bumi Seganti Setungguan. Yakni kopi Arabika, Robusta dan Liberika, dan ketiga jenis ini mempunyai pasar masing-masing hingga ke manca negara sejak jaman dulu.

Kalimat “Sejak jaman dahulu”, pasti terdengar aneh, pun ketika penulis membaca jurnal-jurnal dari Belanda dan beberapa foto tentang perdagangan kopi jaman kolonial. Nama Lahat sudah terkenal sebagai daerah penghasil kopi sejak jaman kolonial Belanda. Jaman pemerintahan Orde Baru berbagai replika, yang kini tinggal sisa-sisa kerangka yang berhamburan pembangunan kebun kopi beserta cikal bakal usaha pemroses kopi di Jarai.

Lahat dengan kontur tanah yang berbukit-bukit dengan julukan bukit barisan di bagian barat sumatera ini, memukau dengan pemandangan indah bukit yang berlapis-lapis. Ada beberapa daerah yang memiliki ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut,(MDPL) jadi potensi perkebunan kopi arabika, yakni di Kota Agung, Jarai, Muara Payang, Tanjung Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu. Untuk daerah yang memiliki ketinggian sedang memang terdapat di hampir semua kecamatan,sehingga lahan cocok bagi kopi robusta dan liberika. Lahan subur di ketinggian rendah dibawah 100 MDPL berpotensi untuk kopi liberika, sayang mereka tidak banyak yang menanam kopi jenis liberika ini.

Kopi Liberika dianggap sebelah mata, dan kemampuan petani mengolahnya seadanya. Padahal di pasaran kopi saat ini liberika mulai dilirik, jika pengolahannya baik.

Masa panen petani kopi di Lahat sudah di mulai sejak bulan Februari dan Maret, istilah mereka buah awal, sementara di bulai April, Mei, Juni merupakan puncak dari panen. Buah akhir di dapat hingga September dan Oktober. Masa panen Liberika sekitar Bulan Juni hingga akhir tahun. Sayang fase tersebut tidak bisa berlangsung baik. Berbagai kendala terjadi, dari para maling di kebun kopi, kondisi kebun dengan kemiringan yang cukup sulit memanen, jarak, dan perawatan lahan yang kurang maksimal,padahal lahan hanya butuh 2 kali pemupukan setahun, rekayasa pemupukan organik pun bisa meningkatkan hasil panen dan lebih murah biayanya.

Kebun kopi hanya di datangi saat masa berbuah saja, padahal kenyataannya batang kopi butuh perawatan, dahan ditebang, rumput disiangi, dan diberikan pupuk. Penggunaan pupuk organic yang dibuat sendiri juga tidak menarik buat petani, hingga terkadang menggunakan pupuk kimia berlebihan, pestisida yang tak terkendali. Sehingga pohon menjadi tidak sehat, sebab tanah yang sudah rusak.

Maling yang saat masa paceklik, menghabisi lahan-lahan kopi dengan buah merah dan hijau. Saat pemilik memanen kebun mereka sudah habis buah kopinya. Kondisi ini biasanya petani membuat rumah pondok kebun berkelompok,sehingga bisa dijaga bersama.

Kemiringan lahan kopi juga menjadi kendala saat perawatan dan memanen, sehingga membuat petani merawat seadanya saja,jelang panen. Fase sebelum berbunga padahal batang kopi juga butuh perawatan.

Kendala ini yang harusnya melibatkan banyak pihak untuk urun rembuk bersama, merangkum kelompok tani, memberikan pembinaan,petani pun mau membuka diri dan berkomitmen untuk meniingkatkan kualitas biji kopi. Sehingga mereka tidak hanya menikmati panen tahunan seadanya.

(Soufie Retorika)

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Dari Lematang untuk Bumi: Aksi Nyata AMAL Tebar 5.000 Benih Ikan di Hari Bumi 2026

Dari Lematang untuk Bumi: Aksi Nyata AMAL Tebar 5.000 Benih Ikan di Hari Bumi 2026

2 Mei 2026
Hardiknas 2026, Kadisdik Lahat: Kolaborasi Bupati, Wabup, dan Sekda Jadi Kunci Cetak SDM Unggul

Hardiknas 2026, Kadisdik Lahat: Kolaborasi Bupati, Wabup, dan Sekda Jadi Kunci Cetak SDM Unggul

2 Mei 2026
MILAD KE-94, PEMUDA MUHAMMADIYAH LAHAT TEGASKAN KOMITMEN: JADI PEMUDA NEGARAWAN, BERTUMBUH UNTUK INDONESIA JAYA

MILAD KE-94, PEMUDA MUHAMMADIYAH LAHAT TEGASKAN KOMITMEN: JADI PEMUDA NEGARAWAN, BERTUMBUH UNTUK INDONESIA JAYA

2 Mei 2026
USAI UKK, ANDRIANSYAH OPTIMIS NAHKODAI DPC PKB LAHAT: SIAP JALANKAN AMANAH GUS IMIN MENANGKAN PKB DARI PUSAT HINGGA DAERAH

USAI UKK, ANDRIANSYAH OPTIMIS NAHKODAI DPC PKB LAHAT: SIAP JALANKAN AMANAH GUS IMIN MENANGKAN PKB DARI PUSAT HINGGA DAERAH

1 Mei 2026

Recent News

Dari Lematang untuk Bumi: Aksi Nyata AMAL Tebar 5.000 Benih Ikan di Hari Bumi 2026

Dari Lematang untuk Bumi: Aksi Nyata AMAL Tebar 5.000 Benih Ikan di Hari Bumi 2026

2 Mei 2026
Hardiknas 2026, Kadisdik Lahat: Kolaborasi Bupati, Wabup, dan Sekda Jadi Kunci Cetak SDM Unggul

Hardiknas 2026, Kadisdik Lahat: Kolaborasi Bupati, Wabup, dan Sekda Jadi Kunci Cetak SDM Unggul

2 Mei 2026
MILAD KE-94, PEMUDA MUHAMMADIYAH LAHAT TEGASKAN KOMITMEN: JADI PEMUDA NEGARAWAN, BERTUMBUH UNTUK INDONESIA JAYA

MILAD KE-94, PEMUDA MUHAMMADIYAH LAHAT TEGASKAN KOMITMEN: JADI PEMUDA NEGARAWAN, BERTUMBUH UNTUK INDONESIA JAYA

2 Mei 2026
USAI UKK, ANDRIANSYAH OPTIMIS NAHKODAI DPC PKB LAHAT: SIAP JALANKAN AMANAH GUS IMIN MENANGKAN PKB DARI PUSAT HINGGA DAERAH

USAI UKK, ANDRIANSYAH OPTIMIS NAHKODAI DPC PKB LAHAT: SIAP JALANKAN AMANAH GUS IMIN MENANGKAN PKB DARI PUSAT HINGGA DAERAH

1 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?