• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Senin, Juni 1, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Kabar Hari Ini

Transformasi (Catatan Hefra Lahaldi)

Aan Jasudra by Aan Jasudra
19 Oktober 2021
in Kabar Hari Ini, Lahat, Opini
0 0
0
Transformasi (Catatan Hefra Lahaldi)
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

wartabianglala.com – Memperingati momen maulid nabi adalah sebuah peristiwa yang akan tetap relevan sampai kapanpun. Dari itu, kita tidak ingin terjabak hanya pada selebresi bersifat Ceremonial semata.

Kelahiran Baginda nabi adalah setulus doa yang tak tanggung-tanggung terpendam selama empat millenium lamanya. Tentu saja makna dari doa tersebut adalah sebuah harapan transformasi bagi sebuah peradaban.

“Duhai Rabb kami, dan bangkitkan di antara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri; yang akan membacakan atas mereka ayat-ayatMu, mengajarkan Al Kitab dan Al Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaqksana.” (QS Al Baqarah [2]: 129)

Begitu diksi dari munajat Nabi Ibrahim Alaihi Sallam empat ribu tahun di depan Ka’bah sampai pada periode Mekkah dijejali ratusan berhala sebuah transformasi massal oleh Amr bin Luhay..

Memaknai kelahiran nabi artinya kita memaknai sebuah perubahan besar bagi kehidupan. Karena memang kelahiran nabi untuk menjawab sebuah krisis panjang bagi sebuah peradaban. Nabi lahir ditengah-tengah krisis tersebut. Maka hal ini harus diubah. Oleh itu, sejak proses tahanus di gua Hira sampai datangnya Wahyu pertama dan hijrah Rasulullah ke habsyah dan Madinah adalah sebuah pesan perubahan atas zaman..

Perubahan yang paling fundamental adalah perubahan diri pribadi. Sebagai mana ayat diatas prosesnya adalah membacakan, mengajarkan dan mensucikan. Nabi membimbing manusia pada keshalihan pribadi. Yang kemudia keshalihan masing-masing pribadi itu bertransformasi menjadi keshalihan bersama. Kolektifitas keshalihan inilah yang akhirnya membentuk entitas baru sebuah strata sosial masyarakat Islam pada periode pertama dakwah Mekkah..

Perubahan kedua adalah strata sosial. Inilah yang sangat dikhawatirkan oleh musyrik Quraisy terhadap Muhammad Shalallahu alaihi Wa sallam alaik.. Mendobrak feodalisme bagi bangsawan Mekkah pada masa itu sangat tidak bisa diterima.

Tetapi , justru perubahan sosial masyarakat pada masa itu berlangsung begitu cepat dengan diterimanya Islam dari berbagai kalangan. Sampai pada berlangsung campaign tauhid yang diinisiasi oleh Umar bin Khattab setelah keislamannya. Mekkah bergolak..

Ada dialog yang terasa baru diantara kesenjangan sosial yang mengurat darah sebelumnya. Dialog yang dilandasi rasa cinta dan kebebasan berpikir sesuai tuntunan syariat yang menyebabkan seorang Umar bin Khattab setara dengan Bilal bin Rabah. Abu Bakar ash Shiddiq dengan Abdullah bin Mas’ud. Nilai manusia terletak pada keimanan dan ketakwaan keshalihan masing-masing pribadi. Ini juga yang membuat seorang Bilal yang budak mampu berada pada posisi seorang Gubernur dan Abdullah bin Ummu Maktum suatu ketika menjadi wali Madinah menggantikan ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa Sallam memimpin ghazwah.

Lagi-lagi kita mesti memahami. Kehadiran nabi sebagai pemimpin tak lepas dari determinasi. Itu tantangannya, itulah cara kerja nya. Determinasi ditengah krisis yang diawali dengan peristiwa Amul Huzni (Tahun Berduka Cita) atas kematian dua orang yang paling dicinta nabi dan sebagai penopang kekuatan dakwah.

Entitas sosial muslim di Mekkah mengalami ujian. Mulai dari Boikot massal hingga pembunuhan. Sebagai pemimpin ditengah krisis Rasulullah sangat mahfum akan hal ini. Maka, proses Hijrah adalah sebuah eksperimen perubahan selanjutnya.

Entitas sosial muslim ini harus ditopang dengan kekuatan baru. Ia mesti menjelma menjadi kekuatan entitas politik (negara) sebagai kekuatan.

Menuju transformasi ini dimulai dengan eksperimen hijrah Habasyah. proses Hijrah ini menjadi pukulan telak bagi entitas politik musyriq Quraisy. Ketika puncaknya ahli diplomasi mereka sekelas Amr ibn al-Ash runtuh reputasinya didepan kaum muslimin yang mereka anggap sebagai “Imigran gelap” ditanah Najasyi harus pulang dengan tangan hampa dari negeri raja Nasrani tak mampu membawa pulang kaum muslimin yang hijrah kesana. Mekkah terguncang. Ini langkah perubahan sekaligus kemenangan pertama bagi Rasulullah dan kaum muslimin dalam politik. Langkah cerdas dan cermat.

Hijrah Madinah adalah pilihan yang telah ditetapkan dan dibimbing Wahyu. Ia tak sekedar eksperimen belaka namun mempunyai visi nyata. Yatsrib yang tidak mempunyai kekuasaan sentral dihadirkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai pemimpin baru disana. Tentu saja proses tersebut diawali dengan peristiwa Baiat Aqabah sebagai pondasi awal transformasi menuju entitas baru di Madinah..

Ini transformasi yang sangat krusial bagi kaum muslimin. Menyatukan kaum Muhajir dan Ansor (Muakhkhah-mempersaudarakan kaum muslimin) hingga traktat perjanjian damai dengan kaum Yahudi atas konsep kepemimpinan Madinah kedepan. Bukanlah hal mudah menghadapi Yahudi Madinah yang dominan secara ekonomi dengan konsep ribawinya dan tata administrasi yang mampu menggerakkan pasukan perang. Hal ini tak bisa dibiarkan disisi lain melakukan konfrontasi langsung tidaklah bijak. Piagam Madinah adalah rumusan langkah yang tepat.

Transformasi entitas selama sepuluh tahun menjadikan dakwah ini kepuncak kejayaannya. Dari entitas sosial yang terusir dari Mekkah, kaum muslimin mampu mengubah nya menjadi kekuatan yang menaklukan Jazirah Arab pada mulanya dengan peristiwa Fathuh Mekkah. Inilah awal fase mengguncang dan mengubah kekuatan dijazirah Arab. Sebagai mana sabda sang nabi di perang Khandaq “Mulai sekarang, kitalah yang akan menyerang mereka. Dan mereka tidak akan mampu menyerang lagi”.

Kesemua perubahan yang dilakukan oleh nabi tak lepas dari determinasi dan tantangan. Tetapi, memang sedari awal perintah perubahan hadir dengan kata perintah “Baca” dan yang kedua adalah membersihkan diri dan hati. Yang mengajarkan kepada kita untuk selanjutnya lebih peka dan cermat membaca zaman sepeninggal Baginda nabi.

Dari doa empat millenium sebelumnya dijawab oleh Allah SWT.
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul diantara mereka, yang *Membacakan* ayat-ayat-Nya kepada mereka, *Menyucikan* mereka dan *Mengajarkan* mereka kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesetan yang nyata.” (QS. Al-Jumuah : 2)

Itulah proses transformasi yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Keshalihan pribadi menuju kepada kolektifitas keshalihan sosial dan kemenangan entitas politik bagi umat Islam. Dari situ, kita bisa mengubah ditengah krisis bangsa maupun dunia sekarang ini. Memang tidak mudah. Melampaui determinasi dengan memaknai peristiwa kelahiran nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam begitulah cara kerjanya..

“Allahumma shali ala Muhammad wa ala alaihi wa sallam”

Bersalawat lah atas nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi Wa Sallam.

Lahat, 18 Oktober 2021

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

28 Mei 2026
Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

27 Mei 2026

Sholat Adul Adha di Masjid Agung, Bupati Edison: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

27 Mei 2026
Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

25 Mei 2026

Recent News

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

28 Mei 2026
Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

27 Mei 2026

Sholat Adul Adha di Masjid Agung, Bupati Edison: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

27 Mei 2026
Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

25 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?