• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Feature

Catatan Budaya: Kartini Masa Lalu dan Kini

Aan Jasudra by Aan Jasudra
23 April 2022
in Feature, Lahat, Opini
0 0
0
Catatan Budaya: Kartini Masa Lalu dan Kini
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Soufie Retorika

wartabianglala.com – Jika Kartini, sosok pejuang feminis dari Jepara, perjuangan perempuan lainnya Cut Nyak Dhien, Cut Mutia yang dahulu tidak bisa kita hapus begitu saja dalam sejarah Indonesia. Tidak hanya segelintir perempuan saja yang membantu perjuangan masa lalu. Nyatanya dari beberapa informasi yang di dapat untuk ruang lingkup Sumatera Selatan dan terutama tanah Pasemah (Besemah) sejak jaman dahulu kala, perempuan memiliki peran penting sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan, tapi lebih dari itu tentang pelajaran budi pekerti, pendidikan anak sejak dini di mulai oleh seorang ibu, seorang perempuan sebagai simbolisasi penebar kasih sayang.

Lalu teringat dengan sosok Dewi Sri, simbol kesuburan dan pertanian masa lalu, ternyata setelah menghubungi arkeolog perempuan dari Kantor Arkeologi Palembang, Retno Purwanti. Diperoleh informasi bahwa dari informasi yang didapatinya dari mantan Dosen Sejarah Universitas Sriwijaya (almarhum) Marzuki yang merupakan putra Pagaralam. Bahwa di Pagaralam dan Lahat menurut penutur sosok Dewi Sri ada.

“Cuma sebutannya saya tidak tahu, almarhum pak Marzuki pernah cerita pada saya bahwa pembagian rumah tradisional di Pagaralam sama persis dengan di Jawa. Di mana ada tiga ruang, yang berderet dan yang tengah dikosongkan karena untuk menaruh sesaji untuk sosok Dewi Sri,” ungkap Retno Purwanti.

Yakni sosok perlambang kesuburan dan pertanian, temuan dari penuturan masyarakat Lahat pula meyakini penulis bahwa keterlibatan perempuan dalam pertanian dan kesuburan sudah ada sejak lampau
Tentang Kesultanan Palembang sendiri ditambahkan Retno, dari catatan JL Van Sevenhoven seorang Belanda bahwa perempuan Palembang secara ekonomi lebih mandiri dibandingkan kaum lelaki. Perempuan elit kala itu menenun songket dan membuat kerajinan lainnya, kemudian dijual oleh para pembantu para puteri-puteri tersebut. Hal ini terjadi saat Kesultanan Palembang dihapuskan Belanda dan para elit keraton tak punya kekuasaan apapun untuk mencukupi perekonomian keluarga, justru perempuan mereka menjadi kreatif dan mandiri menghidupi.

Perjalanan penulis selama ini dalam pandangan bahwa kaum lelaki yang sangat berperan utama dalam menopang keluarga itu tidak seluruhnya utuh dan benar.
Bahwa ibu hanya sebagai ibu rasanya tidak betul sekali, sekalipun di pedalaman, di dusun-dusun. Perjalanan penulis di Bumi Seganti Setungguan, Kabupaten Lahat tentu saja tidak bisa dipungkiri banyak penglihatan, pelajaran dan pengetahuan. Daya pesona Lahat, dari alam yang indah, budaya yang adiluhung dan sejuta potensi lainnya amat memberi inspirasi. Berkaitan dengan judul tulisan kali ini, bahwa betapa perempuan Lahat sangat memberi perannya dalam dunia kopi.

Sebut saja Santi (45) yang dijumpai kala itu di Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan. Tumpukan-tumpukan kopi yang dijemur di depan rumah warga menjelang hari kalangan, mereka menjual hasil kebun antara lain kopi, karet, padi, kayu manis dan lada. Pemandangan bukit barisan yang menjulang di belakang mereka itu bersamaan dengan pemandangan ibu-ibu yang menatap lesung menumbukkan biji kopi yang masih berkulit buah lalu menawarkannya pada pedagang yang lewat untuk menampung kopi. Hasilnya dari menjual kopi mereka ke pasar kalangan yang buka seminggu sekali, berbelanja kebutuhan harus sesuai dengan perhitungan.

Biasanya mereka 3 hari menginap di talang (kebun di hutan) meninggalkan anak-anak bergantian atau dititipkan pada keluarga jauh dari dusun ditempat mereka tinggal. Membawa hasil dengan kinjar (keranjang rotan) dipanggul selama perjalanan 2 jam atau 3 jam rasanya berat, bercampur kopi dan puntung kayu api memasak mereka.

Desa Tanjung Sirih berjumpa Yudith (37) perempuan bertubuh kurus dan tengah mengendong anak balitanya menawarkan kopi untuk di beli. Sedap aroma kopi di lumbung kopi di rumah panggung orang tuanya yang setelah musim terkumpul baru mereka jual,hasilnya cukup untuk membangun rumah panggung, memulai bertanam padi di sawah. Istimewa mereka bahu membahu merawat sekitar 5ribu batang kopi

“Ai, berat mamak ni betanam kopi surangan dengan bapang saje. banyak pacetnya.”
Ungkap Yudith tentang kondisi kebun di talang, Talang adalah rumah kayu panggung kecil di tengah kebun yang jauh dari desa mereka, banyak pacet lembab dan naik turun jurang.
Nenek-nenek yang penulis jumpai di dusun-dusun terpencil di Desa Pajar Bulan dan Simpang Tiga, Tanjung Sakti Pumi bisa menghasilkan kopi yang nikmat dengan campuran jahe, kacang tanah dan beras.

“Nenek saya ahli meracik kopi untuk keluarga. Kiriman kopi darinya selalu diminati anak-anaknya sebagai kiriman istimewa. Oleh-oleh yang ditunggu,” kata Helfi (43) salah satu guru di Lahat.

Dirinya tidak memungkiri bahwa sang nenek yang mengajarkan untuk memperlakukan tanaman atau tumbuhan kopi itu dengan benar. Perawatan harus cukup pencahayaan matahari agar bunga yang menjadi buah lebih maksimal.

Lalu mulai dari petik kopi merah yang dilakukan sejak jaman lampau itu masih dilakukan hingga kini. Bohong kiranya perempuan tidak bisa menopang ekonomi keluarga. Kebanyakan yang ditemui penulis yang telaten merawat kebun kawe ini adalah perempuan. Pemberdayaan masyarakat desa bisa lebih maksimal jika saja perempuan-perempuan ini dibina dengan pengetahuan baik.

-Soufie Retorika-

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

22 Mei 2026
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

21 Mei 2026
Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

21 Mei 2026
Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

21 Mei 2026

Recent News

Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

Petir Merenggut Nyawa Petani di Lembak, Satu Meninggal dan Enam Dirawat Intensif

22 Mei 2026
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muara Enim Monitoring Harga Pangan, Stok Dipastikan Aman

21 Mei 2026
Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

Karang Taruna Kabupaten Lahat: Antara Harapan dan Kepentingan

21 Mei 2026
Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

Duka di Sungai Lematang, Warga Tanjung Jambu Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Dua Pekan

21 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?