• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Senin, Juni 1, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Kabar Hari Ini

(NA) RASI

Aan Jasudra by Aan Jasudra
18 Agustus 2021
in Kabar Hari Ini, Lahat, Opini
0 0
0
(NA) RASI
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Kemerdekaan sejatinya menjadi narasi atas tuntasnya semua permasalahan bangsa” (Orang Merdeka)

Dalam alam demokrasi, berpolitik praktis adalah tata cara konspiratif yang legal secara konstitusi bagi kita untuk sebuah perbaikan bangsa dan negara.

Tentu saja langkah berpolitik bagi kaum muslimin adalah sebuah langkah membangun proyek peradaban kebangkitan Islam itu sendiri. Sebuah kehidupan yang Islami, dimana semua unsur-unsur kebaikan tumbuh subur dan mekar di taman Indonesia ini..

Membangun proyek peradaban tersebut tentu saja tidak lah mudah. Dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu memberikan “kemanfaatan” bagi masyarakat peradaban yang akan dibangun.

Tersebab, memang logika sederhana masyarakat adalah manfaat. Apa yang bisa diberikan oleh pemimpin kepada dirinya, kepada masyarakatnya. Untuk kehidupan kelayakan..

Oleh karena itu, menghadirkan tokoh pemimpin sangatlah kompleks. Semestinya ia didasarkan pada pengetahuannya, akhlaknya dan kemampuannya (ahli). “Jika suatu urusan.” Ungkap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. “Diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran”. Kenapa ahli diksi yang digunakan nabi bukan shalih?! Ini persoalan lain lagi. Idealnya memang keshalihan itu menjadi penopang utama dari keahlian dalam suatu urusan.. shalih namun tidak ahli agak repot juga kita. Itu sebabnya semisal sahabat Abu Dzar al-Ghifari tidak pernah menjadi seorang pemimpin ditengah-tengah umat. Kepiawaiannya (keahlian) dalam berkomunikasi dengan masyarakat tidak membuat nyaman masyarakat itu sendiri..

Mencari dan menggali kepemimpinan, seharusnya berangkat dari kesadaran masyarakat baik pengetahuan dan nilai spiritual jiwanya. Sehingga logika kemanfaatan yang disebutkan diawal tadi menjadi kemanfaatan yang merata bagi kesemua lapisan masyarakat.

Kita tidak ingin menggali sosok pemimpin atas mitos, legenda atau kisah yang membuaikan. Yang bisa jadi justru menjadi layunya proses demokrasi.

Menggadang-gadang salah satu tokoh sebagai ratu adil atau pangeran kesuhunan yang diharapkan mampu membawa keadilan dan kemakmuran bagi negeri sulit untuk dicerna sebagai narasi kemajuan bagi masyarakat yang berpengetahuan..

Tetapi, suka tidak suka negeri kita sudah kadung menerima cerita atas ramalan-ramalan tentang pasang surutnya Nusantara dari masa ke masa hingga nanti arah masa depanpun sudah tertera..

Ada yang menarik ketika periode bangsa ini menuju ke arah kemerdekaan sebagai bangsa. Ada narasi yang menarik dari sang proklamator kemerdekaan Indonesia.

“Bersama kelahiran ku.” Ujarnya saat itu. “menyingsinglah fajar dari hari baru. Menyingsing pula fajar abad baru. Karena aku dilahirkan tahun 1901.”

Lebih lanjut dalam otobiografinya, Bung Karno melukiskan secara plastis, “hari lahirku ditandai angka serba enam. Tanggal enam dan bulan enam. Telah menjadi nasibku dilahirkan dalam naungan Bintang Gemini. Lambang kekembaran. Dan itulah aku paduan antara dua sifat berlawanan.”

Maka, kita mengenal Bung Karno sebagai putra sang fajar..

Kita tak hendak menilai bapak proklamasi berkiblat pada bintang (Rasi) tentang kepemimpinannya. Tetapi, narasi yang dibangunnya atas bangsa ini sebagai bangsa yang akan bangkit diabad mendatang. Sebagaimana metafora yang sudah disampaikan hari baru dan abad baru atas sebuah kelahiran.

Kemanfaatan yang ingin dirasakan oleh masyarakat Indonesia masa itu adalah tentang sebuah kemerdekaan. Tapi, sekali lagi kita enggan berkiblat pada mitos dan tanda alam sesoal terwujudnya kemerdekaan.

Tentu saja narator pada masa itu tidak hanya Bung Karno. Banyak narator lainnya yang bahkan mungkin hingga hari ini tidak tercatat dalam sejarah bangsa. Namun, persamaan atas rasa terjajah yang dinarasikan oleh Bung Karno selama 350 tahun menjadi semangat yang menyala untuk bangkit merdeka.

Karena kebutuhan masa itu adalah tentang kemerdekaan. Masyarakat tak terlalu bergegas untuk berpikir dan mengkaji sekaligus menguji sesoal narasi yang dibawakan. Tentu saja, semangat kolektifitas dari kesemua pemimpin bangsa ini sudah dimulai jauh sebelumnya. Terlepas kesemua arus kolektifitas tersebut bermuara ke pada Bung Karno..

Sekali lagi. Pada kesekian puluh tujuh enam kemerdekaan bangsa ini. Kita tak ingin membangun proyek peradaban dan kepemimpinan kedepan terjebak pada mitos dan rasi ratu Adil sebagainya.

Isyarat mitos, bencana dan objek benda-benda langit sekalipun tidak akan bisa kita beri toleransi atas peristiwa hari esok dan masa datang. Kemerdekaan, menjadi semangat memurnikan pengetahuan dan menjaga akidah masyarakat kita.

Karena, isyarat mitos, bencana, atau peristiwa yang dianggap ganjil serasa rentan menghasilkan ketidak pastian bahkan menjadi dusta. Bukan menjadi kebenaran absolut, yang bisa saja menjadi sebuah relatif baru yang sangat berbeda dengan apa yang kita duga-duga..

Jika pun itu sempat bersesuai dengan apa yang sudah terduga sebelumnya sesoal keyakinan kita terhadap mitos dan gejala lainnya. Justru melahirkan “besar kepala” dan munculnya manipulasi baru terhadap prediksi-prediksi yang sesungguhnya bisa saja salah. Dan hal itu sangat berpengaruh terhadap layu nya keyakinan pikiran maupun jiwa kita.

Semisal, ketika Petruk menjadi ratu, maka yang kita tunggu adalah Semar yang menggulingkan kuasanya…

Atau peristiwa baru-baru ini jatuhnya bendera merah putih disuatu daerah sebagai pertanda bagaimana Indonesia kedepan..?! Keyakinan dan jiwa kita yang mesti memberi jawaban..

Kita teringat dengan puisi salah satu tokoh politik “Sesungguhnya musuh kita adalah Layu”
Untuk itu, kita menjaga layunya pikiran dan jiwa karena dari sanalah narasi-narasi itu dilahirkan.

Dalam menjalani hari-hari kedepan atas kemerdekaan yang telah tercapai. Sejenak kita kembali melirihkan salah satu ungkapan dari Putra sang Fajar.

“Kekuatan doa itu bukan terletak dari seberapa jauh kamu menghapal ayat-ayat Tuhan, seberapa banyak kamu mengucapkan doa dengan hitung-hitungan matematis, kekuatan doa itu justru terletak dari keyakinanmu terhadap doa itu yang kemudian menggerakkan hati.

Ketika hati kamu bergerak, alam semesta akan menggerakkan dirinya untuk mewujudkan keinginanmu, atas dasar itulah saya berani memerdekakan bangsa saya”

“Saya lahir pada tanggal 18 Juni 1984″ telah menjadi takdir saya dinaungi bintang Gemini. Lambang kekembaran. Dan itulah dua sifat berlawanan. Saya bisa baik dan bisa juga lebih baik”

Opini Hefra Lahaldi

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

28 Mei 2026
Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

27 Mei 2026

Sholat Adul Adha di Masjid Agung, Bupati Edison: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

27 Mei 2026
Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

25 Mei 2026

Recent News

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

28 Mei 2026
Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

27 Mei 2026

Sholat Adul Adha di Masjid Agung, Bupati Edison: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

27 Mei 2026
Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

25 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?