• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Sastra Essay

Puisi Lama Puisi Nusantara

Aan Kunchay by Aan Kunchay
4 April 2021
in Essay, Kabar Hari Ini, Sastra, Seni & Budaya
0 0
0
Puisi Lama Puisi Nusantara
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Indra Intisa

Pada awalnya, puisi-puisi nusantara diperkenalkan melalui puji-pujian terhadap sesuatu—yang memiliki kekuatan Maha—kepada penguasa jagat raya. Puja-puji terhadap Tuhan, alam, roh, pohon-pohon, dan sebagainya, termasuk juga mantra-mantra, jampi-jampi, dan seterusnya yang memiliki efek gema, efek sugesti—yang dikatakan memberi efek magis—berisi sesuatu—adalah bagian-bagian awal diperkenalkan dan diakui sebagai puisi—sebagai khazanah sastra lisan, budaya, perbuatan, dsb., yang kemudian diakui juga sebagai sastra tulis di zaman sekarang.

Selain itu, kedekatan masyarakat pada alam membawa mereka untuk melahirkan kata-kata tertentu yang berkaitan dengan alam, sifat-sifat, kelakukan manusia terhadap alam, maka tak sering kita jumpai puisi-puisi tua yang menggambarkan alam secara metaforis dan simbolik. Beberapa frasa yang menjadi kiasan-kiasan terhimpun dalam bentuk bidal, peribahasa, dan pepatah. Bentuk ini tentu juga terkait kepada budaya, adat, dan kebiasaan masyarakat setempat, dalam meletakkan bahasa sebagai bagian yang penting untuk menyampaikan sesuatu. Hal ini sampai kepada petatah-petitih—dalam perkawinan, hajatan, dsb. Perkembangan tersebut tentu sampai kepada puisi-puisi terikat—puisi yang tertata sedemikian rupa seperti pantun yang paling sering dipakai dan dilestarikan oleh masyarakt melalui mulut-ke mulut dalam sebuah acara besar di masyarakat sampai zaman sastra lisan seperti sekarang ini.

Pepatah dan bidal, salah satu puisi metaforis-simbolis yang paling pendek dan sederhana. Puisi yang paling sering dipakai dalam pembicaarn sehari-hari—untuk menyampaikan sesuatu yang berisi sindirian, nasihat, dan sebagainya. Tentu saja letaknya berbeda dengan puisi-puisi tua semacam pantun dan mantra. Sebenarnya, sampai saat ini pun, puisi jenis ini masih sering dipakai dalam perkcakapan sehari-hari—yang diletakkan sebagai sesuatu untuk—

Sedangkan pantun, adalah sajak yang terpisah—puisi yang disusun khusus—pengarangnya sering tidak dikenal—dihapal oleh para Petuah, datok, dsb.,–untuk menyampaikan sesuatu. Pantun dalam tradisi Melayu, dianggap sebagai salah satu puisi dan budaya terbesar yang masih dipakai hingga saat ini, dalam acara apa saja. Jika boleh menebak, tentu kita sepakat bahwa pantun adalah salah satu puisi nusantara yang paling besar gemanya, paling diakui, dan paling khas dibandingkan karya sastra lain di dunia ini—karya sastra yang masih disukai hingga zaman modern, zaman serba digital saat ini. Hanya memang, banyak orang suka memisahkan antara pantun dan puisi. Seolah pantun merupakan karya sastra yang lain selain puisi—dianggap berdiri sendiri.

Sedangkan jampi-jampi, mantra-mantra banyak dijumpai dalam azimat, atau pelafalan yang disampaikan oleh para dukun, pawang, tetua, yang dianggap mengerti dan menguasai perihal gaib. Mereka disematkan ujung pedang dan gerbang penahan terhadap sesuatu yang gaib, melalui mantra-mantra yang dilafalkan. Mantra tersebut dianggap memberikan efek gaib—memanggil kekuatan yang Maha—memanggil dan membuat segala sesuatu di luar nalar—dianggap memberikan kekuatan sihir. Biasanya mantra-mantra banyak memanfaatkan onomatope (tiruan-tiruan bunyi), rima-rima, bunyi-bunyian dan repetisi pada kata-kata tertentu, sehingga tanpa sadar memunculkan efek sugesti kepada pendengar dan pelafal.

Dulunya, mantra tidak disebutkan sebagai bagian dari puisi selain kumpulan kata-kata dan pelafalan yang angker, seram, atau hanya bisa diucapkan oleh orang tertentu saja, hanya diketahui dan bisa dipelajari oleh orang-orang yang dianggap punya lebih terhadap sesuatu yang ghaib. Di zaman modern, salah satu penyair modern, Sutarji, sengaja mencoba untuk meramu sesuatu—meramu puisi yang meniru sifat-sifat mantra—ia ingin mengembalikan bentuk puisi sebagaimana mantra. Orang-orang bilang itu adalah puisi kontemporer, sebuah penemuan yang hebat. Padahal, tidak lebih hanya mengembalikan sesuatu, mengulang sesuatu yang dianggap tertinggal. Tetapi dipoles sedikit menjadi lebih modern untuk tujuan sastra semata.

Kalau merujuk zamannya, puisi Indonesia itu terdiri dari 2 zaman, yaitu puisi lama dan baru. Tetapi, sering juga dipecah menjadi 3, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi modern. Puisi lama dianggap sebagai manifestasi dari puisi-puisi konvensional yang disebut taat terhadap aturan yang ketat, seperti: jumlah suku kata, kata, larik, baris, persajakan (rima), bunyi-bunyian, pesan amanat, dan lain sebagainya. Biasanya puisi lama merupakan ciri khas budaya Indonesia, Nusantara, sebagaimana pantun, bidal, dan mantra. Tetapi, puisi semacam syair dan gurindam, dimasukkan pula ke dalam zaman ini. Padahal, syair dan gurindam adalah pengaruh dari puisi luar Nusantara, seperti dari Arab, Persia, dan India. Hanya saja, kembali ke inti sebelumnya, syair dan gurindam dianggap bagian dari puisi-puisi konvensional dengan aturan yang sangat mengikat. Makanya, orang sering mengelompokkan puisi berdasarkan zaman, juga merujuk kepada terikat dan bebasnya karya tersebut. Puisi modern sering dianggap sebagai puisi yang lepas dari aturan yang sangat mengikat. Sekalipun, hal ini disebutkan dalam tanda kutip—perlu bahasan juga terhadap ciri lain seperti kebiasaan dan perubahan para penyair, dan lain sebagainya.

________________

Biodata Penulis

Indra Intisa yang sering dikenal dengan Ompi sudah menulis sejak kecil. Selain menulis, juga suka bermain musik dan menulis lagu-lagu. Menulis buku-buku puisi, cerpen, novel, dan esai-esai. Beberapa karyanya pernah terbit di Koran: Media Indonesia, Utusan Borneo (Malaysia), Riau Pos, Tanjung Pinangpos, Lampung Post, Haluan, Pontianak Pos, Koran Padang, Floressastra dan beberapa media online seperti Kawaca.com, Islampos.com, Sastra-Indonesia.com, dst.

Tags: Indra Intisa
Aan Kunchay

Aan Kunchay

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Manajemen RS AR Bunda Assalam Jelaskan Progres ke Masyarakat Lahat Pasca Peresmian

Manajemen RS AR Bunda Assalam Jelaskan Progres ke Masyarakat Lahat Pasca Peresmian

13 Mei 2026
O2SN SMP 2026 Lahat Resmi Dibuka, Kadisdik: Wujud Visi Menata Kota Membangun Desa Lewat Atlet Berkarakter

O2SN SMP 2026 Lahat Resmi Dibuka, Kadisdik: Wujud Visi Menata Kota Membangun Desa Lewat Atlet Berkarakter

12 Mei 2026
Jelang Pelantikan di Griya Agung, Hasperi Susanto Bentuk Kepengurusan PaSKI Lahat 2026–2030

Jelang Pelantikan di Griya Agung, Hasperi Susanto Bentuk Kepengurusan PaSKI Lahat 2026–2030

12 Mei 2026
Mengenal Dicky Pratama: Sang Benteng Muda dari Gunung Gajah yang Bermimpi Membela Garuda

Mengenal Dicky Pratama: Sang Benteng Muda dari Gunung Gajah yang Bermimpi Membela Garuda

11 Mei 2026

Recent News

Manajemen RS AR Bunda Assalam Jelaskan Progres ke Masyarakat Lahat Pasca Peresmian

Manajemen RS AR Bunda Assalam Jelaskan Progres ke Masyarakat Lahat Pasca Peresmian

13 Mei 2026
O2SN SMP 2026 Lahat Resmi Dibuka, Kadisdik: Wujud Visi Menata Kota Membangun Desa Lewat Atlet Berkarakter

O2SN SMP 2026 Lahat Resmi Dibuka, Kadisdik: Wujud Visi Menata Kota Membangun Desa Lewat Atlet Berkarakter

12 Mei 2026
Jelang Pelantikan di Griya Agung, Hasperi Susanto Bentuk Kepengurusan PaSKI Lahat 2026–2030

Jelang Pelantikan di Griya Agung, Hasperi Susanto Bentuk Kepengurusan PaSKI Lahat 2026–2030

12 Mei 2026
Mengenal Dicky Pratama: Sang Benteng Muda dari Gunung Gajah yang Bermimpi Membela Garuda

Mengenal Dicky Pratama: Sang Benteng Muda dari Gunung Gajah yang Bermimpi Membela Garuda

11 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?