• Kriminal
  • Hukum & Politik
  • Otomotif & Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Ormas & Komunitas
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Essay
  • Opini
Kamis, April 23, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
  • Profile
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
  • Profile
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Kabar Hari Ini

Cik Ujang, Cerita Panjang dari Lebak Budi ke Pusat Kekuasaan Sumsel

admin by admin
17 April 2026
in Kabar Hari Ini, Lahat, Nasional, Profil
0 0
0
Cik Ujang, Cerita Panjang dari Lebak Budi ke Pusat Kekuasaan Sumsel
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Palembang — Desa Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, tak pernah benar-benar sepi. Di antara kabut tipis yang menggantung di perbukitan dan aliran Sungai Lematang yang setia beriak, lahir seorang anak bungsu pada 2 Mei 1968. Namanya sederhana: Cik Ujang. Tapi jalan hidupnya jauh dari kata biasa.

Ia anak kedelapan dari Hj. Ciknap dan H. Menawi, posisi yang seringkali identik dengan “tinggal menikmati”. Namun tidak bagi Cik Ujang. Di tanah Lahat yang bersahaja, ia justru menyimpan ambisi yang diam-diam tumbuh sebesar Bukit Serelo: hidup mandiri dan membalas peluh orang tua dengan kebanggaan.

Masa kecilnya berjalan seperti kebanyakan anak desa. Sekolah di SDN 12 Ulak Pandan, lalu SMP dan SMA di Lahat. Tak ada yang terlalu istimewa, kecuali satu hal: ia tahu cepat atau lambat harus pergi.

Ibukota bukan tempat yang ramah bagi perantau tanpa nama. Saat menginjakkan kaki di Jakarta, Cik Ujang tidak disambut peluang besar. Ia justru memulai dari titik yang sering tak ingin dikenang orang: menjadi kuli gudang di sebuah pusat perbelanjaan.

Debu, ruang sempit, dan keringat menjadi teman akrabnya. Di sana, ia belajar satu hal yang tidak diajarkan di bangku sekolah, bahwa kerja keras selalu punya cara sendiri untuk membalas.

Belum puas, ia pindah ke bengkel. Tangannya yang sebelumnya akrab dengan karung kini berganti menyentuh oli dan besi. Hari-harinya berisik oleh suara mesin, tapi di situlah tekadnya justru menjadi lebih sunyi dan matang.

Tiga tahun ia “ditempa” Jakarta. Dan ketika pulang pada 1993, ia tidak membawa cerita heroik. Ia hanya membawa keyakinan: bahwa ia bisa membangun sesuatu dari nol.

Kampung halaman menyambutnya dengan pilihan yang aman. Sang ayah menawarkan kebun kopi dan karet, cukup untuk hidup tenang. Tapi Cik Ujang memilih gelisah daripada nyaman.

Ia jatuh hati pada dunia kayu. Sebuah pilihan yang mungkin tak terdengar mewah, tapi justru di situlah titik baliknya dimulai. Tahun 1997, satu truk kayu ia kirim ke Jakarta. Satu langkah kecil yang diam-diam membuka pintu besar.

Dari roda truk itulah rezeki mulai berputar lebih cepat. Usahanya berkembang, namanya mulai dikenal, dan ia pun terlibat dalam perusahaan PT Ayik Batu Gung serta CV Ayik Batu Gung. Dari sana, ia belajar membaca angka, mengelola manusia, dan yang paling penting, menjaga kepercayaan.

Bisnis menjadi sekolah pertamanya dalam memimpin. Namun hidupnya tidak berhenti di angka dan keuntungan. Tahun 2009, panggilan lain datang: politik. Ia dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Lahat.

Di ruang sidang, ia bukan sekadar politisi yang bicara atas nama data. Ia membawa suara masa lalunya, suara pekerja gudang, suara montir, suara petani yang pernah ia tinggalkan demi merantau.

Amanah itu tidak berhenti satu periode. Ia kembali terpilih untuk periode kedua. Kepercayaan publik menjadi bukti bahwa jalannya mulai menemukan arah yang lebih luas.

Tahun 2018 menjadi babak baru. Ia dilantik sebagai Bupati Lahat. Kursi kekuasaan yang bagi sebagian orang mungkin jadi puncak, tapi bagi Cik Ujang justru menjadi ruang ujian.

Ia memimpin dengan cara yang sederhana: seperti berdagang. Hitung dengan cermat, bergerak cepat, dan jangan lupa dari mana berasal.

Baginya, jalan rusak bukan sekadar angka dalam laporan. Ia pernah berjalan di jalan seperti itu. Kakinya pernah lecet di sana. Dan mungkin karena itu, kebijakan baginya bukan soal tanda tangan, tapi soal ingatan.

Perjalanan politiknya juga bukan cerita instan. Ia membangun dari bawah di Partai Demokrat. Mulai dari Ketua PAC, Bendahara, Sekretaris, hingga akhirnya memimpin DPC Kabupaten Lahat.

Puncaknya, ia dipercaya menjadi Ketua DPD Demokrat Sumatera Selatan periode 2021–2026. Sebuah posisi yang tidak hanya butuh strategi, tapi juga kesetiaan panjang.

Kini, langkahnya sampai di titik yang lebih luas. Periode 2025–2030, Cik Ujang menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan.

Perjalanan yang jika ditarik ke belakang, terasa seperti cerita yang nyaris mustahil: dari anak desa di Lebak Budi, kuli gudang di Jakarta, sopir truk kayu, hingga kursi pemerintahan provinsi.

Namun justru di situlah letak kekuatannya. Ia bukan lahir dari kemewahan, tapi dari proses panjang yang sering tidak terlihat.

Cik Ujang bukan sekadar deretan jabatan. Ia adalah cerita tentang keberanian menolak jalan yang mudah, tentang kesetiaan pada akar, dan tentang pulang untuk membangun.

Dari Lebak Budi ia berangkat. Untuk Sumatera Selatan ia mengabdi.

Dan seperti sungai Lematang yang terus mengalir, kisahnya belum benar-benar selesai.

Warta Video

Arsip

  • sosial
  • Pendidikan
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • TNI & Polri
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Essay
  • Seni & Budaya
  • Opini
  • Profile
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber
  • SmartSlider
  • Profile

© 2026 by Ricko Hazadi

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?