Hijaukan Lematang, Pulihkan Sumatera

LAHAT — Semangat kebersamaan mewarnai bantaran Sungai Lematang pada Selasa (09/12), ketika berbagai organisasi pendidikan, kepemudaan, dan sosial kemasyarakatan bergabung dalam aksi penanaman pohon di area jogging track Plaza Lematang. Kegiatan ini menjadi bentuk kampanye peduli lingkungan sekaligus aksi solidaritas untuk korban banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Aceh, Padang, dan Sumatera Utara.

Aksi ini menghadirkan kolaborasi luas antara PGRI Lahat, Yayasan Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara (YGANN), Lazismu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Barisan Muda Lahat (BML), Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), PMII, Sapma PP, Yayasan Anak Padi, Forum Lingkar Pena (FLP), serta berbagai organisasi lainnya. Selain menanam pohon, para peserta juga melakukan penggalangan donasi yang akan disalurkan kepada para korban bencana.

Bacaan Lainnya

Ketua PGRI Lahat, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M, menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan hanya simbol kepedulian terhadap alam, tetapi juga warisan penting bagi generasi mendatang.

“Dengan menanam pohon hari ini, kita sedang menanam harapan bagi kehidupan esok. Edukasi kepada generasi muda tentang reboisasi adalah cara kita mencegah bencana yang kerap lahir dari ulah manusia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan YGANN membuka ruang bagi lahirnya berbagai kegiatan positif yang dapat menjadi benteng bagi generasi muda dari ancaman narkoba yang kini menjadi musuh bersama.

Sementara itu, Ketua YGANN, Rahmat Thamrin, menilai kegiatan ini sebagai langkah awal yang sangat baik dalam membangun gerakan sosial-edukatif.

“Ini bukan sekadar aksi menanam pohon, tetapi simbol sinergi antara aktivis, guru, dan para pegiat kemanusiaan. Kami berharap gerakan ini berkelanjutan dan semakin meluas,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan, kebersamaan, dan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Gerakan ini sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian sosial dan kelestarian alam tidak bisa dipisahkan, keduanya adalah investasi penting bagi masa depan Sumatera dan Indonesia.

Pos terkait