LAHAT, – Pelebaran jalan menuju kawasan wisata megalitik dari Simpang Desa Pulau Pinang menuju Desa Tinggi Hari dan Simpur, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, disambut gembira warga.
Jalan yang sebelumnya hanya selebar 3 meter dan rawan kecelakaan karena diapit jurang, kini dilebarkan menjadi 5 hingga 6 meter. Sebagai akses aktif harian, pelebaran ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Terima kasih Pak Bupati Bursah Zarnubi dan Ibu Wabup Widia, jalan sudah lebar. Kami yang bemotor dan bermobil dari Pulau Pinang ke Simpur Gumay Ulu menuju wisata megalitik sudah senang sekali,” ujar Ruslan, warga Desa Pulau Pinang.
Kepala Desa Simpur, Nidi Heriansyah, didampingi Kepala Desa Tinggi Hari, idi Cahyadi, menegaskan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat selalu memantau langsung proses pekerjaan di lapangan.
“Kami bersama warga hampir setiap hari melihat dan mengawasi pekerjaan. Alhamdulillah pekerjaan berjalan baik, rapi, dan sesuai harapan. Pekerja di lapangan bekerja dengan sungguh-sungguh, material yang digunakan juga terlihat berkualitas,” kata Nidi.

Menurutnya, pengawasan dilakukan agar pembangunan maksimal mengingat kontur jalan yang bervariasi dan diapit jurang sehingga membutuhkan ketelitian. Pelebaran 5 hingga 6 meter dilakukan secara fungsional menyesuaikan medan.
“Walaupun sempat terkendala hujan deras yang membuat material hanyut dan menumpuk, pekerja tetap melanjutkan dengan baik. Kami lihat sendiri, pengerjaannya profesional dan tidak asal-asalan. Ini yang membuat kami yakin dan senang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelebaran jalan menuju jantung megalitik di Tinggi Hari dan Simpur bukan hanya untuk wisatawan, tetapi untuk kelancaran mobilitas warga sehari-hari. Dengan akses yang lebih lebar, ekonomi desa akan tumbuh seiring masuknya bus pariwisata.
Fakta menarik, sejak pekerjaan pelebaran dimulai, jalan ini mulai ramai dilintasi kendaraan roda empat sebagai jalur alternatif Lahat – Pagar Alam dan sebaliknya. Warga menilai jalur ini jauh lebih mempersingkat waktu tempuh dibandingkan melalui jalan umum.
Progres efektif pengerjaan diketahui mencapai sekitar 8 kilometer, dengan pengaspalan tahap pertama sepanjang 2,7 kilometer di kawasan inti Situs Megalit 1, 2, dan 3. Selain badan jalan, akan dilakukan pengecoran area parkir serta pembangunan paving block, toilet umum, pagar situs, rumah jaga, dan pusat kuliner.
Pembangunan ini sejalan dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan terkait pelestarian situs dan peningkatan aksesibilitas destinasi.
“Kami mohon maaf kepada pengguna jalan yang sedikit terhambat selama perbaikan. Ini untuk jalan yang lebih baik yang sudah lama kita tunggu bersama,” tutup Nidi.
(Ali/Poniman).
























