Jakarta — Kongres HMI ke XXXIII menjadi momentum penting bagi perjalanan panjang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam menentukan arah gerakan organisasi ke depan. Di tengah dinamika kebangsaan dan tantangan zaman yang semakin kompleks, hadir sosok Oktaria Saputra, S.E., M.Si. sebagai salah satu figur yang membawa semangat perubahan dan menawarkan gagasan kepemimpinan untuk menahkodai Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2026–2028.
Mengusung semangat “HMI Berkemajuan”, Oktaria Saputra membawa visi besar untuk menghadirkan organisasi yang semakin kokoh dalam nilai, kuat dalam kaderisasi, serta mampu memberikan kontribusi strategis bagi umat dan bangsa. Gagasan tersebut berdiri di atas empat fondasi utama perjuangan, yaitu idealis, intelektual, kolektif, dan progresif.
Putra asli Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, ini dikenal sebagai kader yang tumbuh melalui proses panjang pengabdian dan kaderisasi. Perjalanan akademiknya ditempuh dengan konsistensi, hingga berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Manajemen di Institut Pertanian Bogor (IPB) setelah sebelumnya menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi Manajemen di Universitas Serelo Lahat.
Pengalaman kepemimpinan Oktaria Saputra telah teruji melalui berbagai jenjang organisasi. Ia mengawali kiprah kepemimpinannya dengan dipercaya sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Serelo Lahat pada tahun 2018, kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja Serelo pada tahun 2019, hingga mengemban amanah sebagai Ketua Umum HMI Cabang Pagar Alam pada tahun 2020.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke tingkat nasional. Oktaria dipercaya menjadi bagian dari struktur kepemimpinan Pengurus Besar HMI, dengan menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PB HMI Periode 2021–2023, kemudian sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI Periode 2021–2023 dan 2024–2026.
Selain pengalaman struktural, Oktaria juga memperkuat kapasitas dirinya melalui berbagai proses kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan. Mulai dari Basic Training HMI Komisariat UMP Cabang Palembang, Intermediate Training HMI Cabang Pagar Alam, Senior Course HMI Cabang Lubuk Linggau, hingga Advance Training HMI Badko Jawa Barat.
Tidak hanya aktif dalam lingkungan HMI, ia juga mengikuti berbagai pelatihan nasional seperti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu RI, Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa AKBAR TANJUNG INSTITUTE, serta berbagai program pengembangan kapasitas lainnya.
Dalam gagasan kepemimpinannya, Oktaria menekankan pentingnya memperkuat tiga nilai utama perjuangan. Pertama, Ideologis, dengan menjadikan nilai dan tujuan HMI sebagai pijakan utama gerakan. Kedua, Kolektif, melalui penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Ketiga, Progresif, dengan menghadirkan inovasi, adaptasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan HMI yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu menjadi kekuatan intelektual dan moral dalam menjawab persoalan bangsa.
“Saatnya HMI melangkah lebih jauh, lebih solid, dan lebih berdampak untuk Indonesia yang berkeadilan dan berkemajuan.”
Dengan semangat “Mengabdi untuk Umat dan Bangsa”, pencalonan Oktaria Saputra sebagai Bacalon Ketua Umum PB HMI Periode 2026–2028 menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, berpengalaman, dan memiliki visi besar terhadap masa depan organisasi.
Melalui Kongres HMI ke XXXIII, dinamika kaderisasi dan demokrasi organisasi kembali menjadi ruang bagi lahirnya pemimpin baru yang mampu membawa HMI terus relevan, progresif, dan berkontribusi bagi Indonesia.
























