Palembang — Sebanyak 30 perwakilan Komunitas Literasi (Komlit) dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan mengikuti kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi: Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17–19 April 2026, di Hotel Grand Duta Syariah Palembang.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan komunitas literasi yang terarah dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Komlit maupun Taman Bacaan Masyarakat dapat mengelola komunitasnya dengan baik dan benar, sehingga mampu berkembang lebih maju. Jika setelah pelatihan ini ada komunitas yang berhasil memperoleh bantuan pemerintah, itu adalah bonus dari kerja keras yang dilakukan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan bimbingan teknis, para peserta mendapatkan penguatan kapasitas melalui beragam materi yang aplikatif. Mulai dari penyusunan program kerja komunitas literasi, teknik penulisan proposal, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Seluruh materi disampaikan oleh narasumber berpengalaman yang kompeten di bidangnya, menjadikan sesi pelatihan tidak hanya informatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Meski berlangsung dalam suasana khidmat, kegiatan tetap terasa hangat dan interaktif. Sesi tanya jawab menjadi ruang dialog yang hidup, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam menggali pengetahuan dan berbagi pengalaman.
Ketua pelaksana kegiatan, Novita Afriyanti, mengingatkan peserta untuk terbuka dalam menerima setiap materi yang disampaikan.
“Lapangkan hati untuk menyerap ilmu. Meskipun beberapa materi mungkin pernah didengar, tetaplah diikuti dengan sungguh-sungguh karena setiap penyampaian memiliki sudut pandang dan nilai yang bisa memperkaya pemahaman,” tuturnya.
Kesan mendalam juga datang dari salah satu peserta asal Kabupaten Lahat, Reny Febrika Sary, yang mewakili komunitas “Kepak Sang Penggerak”. Ia mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Bimtek ini benar-benar ‘mengandung daging’. Semua materi yang disampaikan terasa padat, bernilai, dan sangat bisa diterapkan untuk pengembangan komunitas kami ke depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir komunitas-komunitas literasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak peningkatan budaya baca dan tulis di tengah masyarakat Sumatera Selatan.




