Lahat – Upaya Bupati Lahat Bursah Zarnubi untuk membangun identitas kuat bagi Kabupaten Lahat melalui program city branding mulai digerakkan secara serius. Sejumlah tim ahli bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diterjunkan untuk memetakan potensi daerah yang akan menjadi wajah baru Lahat di tingkat nasional maupun internasional.
Tim tersebut bekerja sama dengan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Kominfo, Balitbang, Dinas Perkebunan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pariwisata.
Salah satu anggota tim, Yuswohady, menjelaskan bahwa mereka diminta langsung oleh Bupati Lahat untuk mempresentasikan rencana pembangunan City Branding Lahat. Setelah pemaparan dilakukan, tim bersama OPD langsung melakukan peninjauan lapangan untuk melihat potensi yang bisa diangkat sebagai identitas daerah.
“Tujuan dari branding Lahat ini ada beberapa poin utama, yaitu menarik turis, trader, investor, dan talenta. Lahat berpeluang menjadi destinasi wisata alam dan budaya yang autentik dengan keunikan coffee experience dan lanskap alamnya,” jelas Yuswohady.
Ia menambahkan, konsep yang disiapkan adalah pengembangan ekosistem experience-based tourism yang berbasis eco tourism dan agro tourism, sehingga mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun demikian, menurutnya pembangunan citra daerah tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan tahapan yang matang mulai dari riset, penyusunan strategi, hingga penguatan eksistensi agar branding yang dibangun benar-benar kuat dan berkelanjutan.
Usai pemaparan, tim bersama OPD meninjau sejumlah lokasi potensial, di antaranya kawasan perkebunan dan pengolahan kopi, serta Situs Megalit Tinggi Hari di Kecamatan Gumay Ulu.
Kepala Dinas Kominfo Lahat, Eti Listina SP MM, mengatakan kegiatan ini telah dimulai sejak 13 Maret 2026 dan akan berlanjut beberapa hari ke depan untuk melakukan peninjauan lapangan.
“Diharapkan kegiatan branding ini memberikan banyak manfaat bagi Kabupaten Lahat. Semoga langkah ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widia Ningsih dalam menata kota dan membangun desa,” ujar Eti saat berada di lokasi Situs Megalit Tinggi Hari, Sabtu (14/3/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat H. Niel Aldrin SE MAP menegaskan bahwa kawasan megalit di Lahat merupakan salah satu ikon sejarah yang sangat penting.
“Kita sudah lama mengetahui bahwa situs megalit ini merupakan identitas Lahat yang spesifik dan sarat nilai sejarah. Budaya lokal dan kopi menjadi daya tarik kuat untuk mendukung branding daerah,” katanya.
Menurutnya, dengan mengangkat kekayaan budaya dan potensi kopi, Bumi Seganti Setungguan memiliki karakter khas yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan kebanggaan bagi masyarakat. Saat ini, pihaknya juga terus serius mengembangkan sektor kebudayaan, khususnya pelestarian situs-situs megalit di Lahat.






