LAHAT — Ketapel bukan lagi sekadar mainan masa kecil atau alat usir burung di sawah. Di bawah bendera Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel Indonesia (Forspek), alat tradisional ini resmi naik kelas menjadi cabang olahraga masyarakat yang diakui oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Geliat olahraga ini pun mulai menyasar Bumi Seganti Setungguan. Setelah Ketua Wilayah Forspek Sumsel, Hefra Lahaldi, memperkuat struktur organisasi di enam kabupaten/kota, kini giliran Kabupaten Lahat yang tancap gas di bawah komando Bakrun Satia Darma, atau yang akrab disapa BSD.
Saat ditemui di kediamannya, tokoh yang dikenal humoris ini menyambut hangat kehadiran Forspek di Lahat. Dengan logat khasnya, ia menegaskan siap menghidupkan kembali euforia permainan tradisional ini ke ranah yang lebih terorganisir.
“Kalau kita di Lahat menyebutnya betet atau betetan. Nah, misi kami adalah membuat hobi ini kembali ramai dan punya wadah resmi,” ujar BSD sembari berkelakar.
Meski penuh canda, BSD memberikan sinyal “serius” bagi para pecinta ketapel di Lahat. Ia ingin merangkul mereka yang selama ini mungkin hanya menyalurkan hobi secara sembunyi-sembunyi di kebun atau halaman rumah untuk bergabung dalam satu barisan.
“Pertama kali, saya sendiri yang akan turun langsung membetet di Lahat. Jadi, siap-siap saja!” cetusnya penuh semangat.
Melalui kesempatan ini, BSD secara terbuka mengundang seluruh masyarakat Lahat yang memiliki kemahiran atau sekadar hobi membetet untuk bersatu dalam organisasi Forspek Lahat.
“Bagi yang punya hobi mbetet, segera merapat. Kita latihan bersama, asah ketepatan target masing-masing. Payo mbetet bareng BSD!” tegasnya menutup pembicaraan.
Kehadiran Forspek di bawah kepemimpinan BSD diharapkan mampu membawa warna baru bagi dunia olahraga di Kabupaten Lahat, sekaligus melestarikan budaya lokal melalui prestasi yang tepat sasaran.






