Catatan Hefra Lahaldi
Lahat – Olahraga bersifat universal. Tetapi, sepak bola adalah bagian dari olahraga menghadirkan beragam fakta yang terkadang irasional. Mulai dari gencatan senjata pada terjadinya perang, seorang bocah yang sembuh dari penyakit ketika merayakan seorang penjaga gawang yang mencetak gol sundulan dari skema tendangan sudut, suporter yang berdiri sepanjang pertandingan untuk menghormati pahlawan negara, sampai harus izin istri ketika harus bisa untuk sekedar bermain sepak bola di suatu komunitas.
Jika Sriwijaya FC berjibaku untuk bisa lolos dari degradasi kita masih bisa terima, ketika fans Sumsel United sibuk menawarkan Jersey di grup komunitas sepak bola kita masih bisa memaklumi. Tetapi, ketika harus mendapatkan izin istri untuk bermain sepak bola? Salah satu Irasional terbesar sepanjang sejarah lahirnya sepak bola di era modern..
Permasalahannya bukan terhadap pemberi izin, tapi yang diberi izin memang terkadang meragukan.
Bayangkan seorang Aan Kuncay meminta izin untuk bermain sepak bola walau sekedar fun game. Kalau sekedar berlari okelah pikir sang istri. Untuk melakukan teknik sepak bola yang baik dan benar sampai mencetak gol ke gawang sendiri pun sang istri harus menggunakan rumus fisika. (Tidak ketemu).
Lagi-lagi sang istri lupa. Sepak bola di mabol yuk bagi Aan Kuncay bukan sekedar teknik. Gaya penampilan adalah yang diutamakan. Bagi Aan Kuncay tak pernah terniat untuk menggocek kawan baik dilapangan maupun di kehidupan. Ia tidak pernah terniat untuk mencetak gol ditengah pertandingan. Baginya gol terpenting adalah mampu memberi kebahagian bagi orang lain. Hadirnya di lapangan hijau memberi isyarat bahwa ia hadir untuk olahraga daerah. Jersey birunya menegaskan bahwa ia akan tetap membawa “Cahaya” dan “Menyala” untuk abangku..
Di Mabol Aan Kuncay menggunakan ID Name “Inzaghi” salah satu pemain legenda yang paling di takuti di Serie A Italia pada masanya. Tidak hanya sekedar penampilan postur fisik dengan bandana di kepala, semisal Inzaghi Aan Kuncay paling pintar untuk lolos dari posisi Off Side. Sang legenda mampu mencetak gol dari sudut manapun. Asal bola menyasar padanya kiper pun hanya tinggal berdoa. Laiknya Aan Kuncay, kita tidak pernah tahu dari sudut mana tembakan dari tulisan nya akan menyasar, tetiba kita hanya terperangah.. laaaah kesitu dan gol..!!
Sejarah sepak bola dunia terjaga dengan loyalitas fans dan tulisan. Tanpa keduanya, sepak bola tetaplah olahraga, tapi kehilangan ruh sejatinya. Semisal Mabol yuk, bisa jadi hanya sebatas komunitas untuk sekedar bermain sepak bola. Tidak tertutup kemungkinan menjadi sesuatu yang lebih bermakna bagi universalitas di kabupaten Lahat. Dan saya percaya itu bisa terwujud jika Aan Kuncay tetap konsisten di “Lapangan” dan tidak ikut arus kekuasaan..
Semua orang bisa bermain sepak bola di Mabol Yuk. Tetapi, di Mabol yuk sepak bola hanya bisa dimainkan oleh orang-orang yang ingin bahagia dan bersaudara









