Membaca Laga Sumsel United vs PSPS Bersama Bang Jo

wartabianglala.com, Lahat – Sore ini Sabtu (10/01/2026) pukul 15.30 WIB Stadioan Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, bukan sekadar tempat bertanding. Ia menjelma menjadi panggung pembuktian. Bagi Sumsel United (SSU), laga kontra PSPS Pekanbaru bukan hanya soal 90 menit permainan, melainkan pertaruhan mental, konsistensi, dan ambisi besar menjaga asa menuju kasta tertinggi sepak bola nasional.

Menghadapi laga home perdana di tahun 2026, Sumsel United datang dengan energi yang berbeda. Ada dorongan psikologis yang menguat, ada motivasi yang meninggi. Hal ini ditegaskan pengamat sepak bola Kabupaten Lahat, Johni F Chaniago atau yang lebih akrab disapa Bang Jo, yang menilai bahwa bermain di kandang memberi suntikan mental berlipat bagi skuad SSU.

Bacaan Lainnya

“Bermain di kandang tentu menaikkan mental dan motivasi. Apalagi Sumsel United saat ini berada di posisi tiga klasemen sementara, dengan selisih poin yang sangat ketat,” ujar Bang Jo.

Posisi di papan atas membuat laga ini tak memberi ruang kompromi. Setelah dua pertandingan sebelumnya hanya berakhir imbang dan menghasilkan dua poin, kemenangan kini menjadi harga mati. Bang Jo menilai, kehilangan poin di kandang justru akan menjadi pukulan psikologis bagi tim.

“Pertandingan ini sangat krusial. Tiga poin wajib diraih untuk menjaga posisi dan memperpendek jarak dengan dua tim di atas,” katanya.

Situasi ini membuat laga melawan PSPS Pekanbaru terasa lebih berat dari sekadar pertemuan biasa. Meski secara klasemen PSPS berada di papan bawah, sepak bola, menurut Bang Jo, tak pernah bisa dihitung secara matematis.

“Hasil pertandingan tidak bisa ditebak hanya dari posisi klasemen. Semua bisa terjadi,” tegasnya.

Secara rekam jejak pada pertemuan paruh musim pertama PSPS berhasil menahan imbang SSU 1-1 meski bermain dengan 10 pemain sejak menit 33′ di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai. Ini menjadi sebuah alarm keras bagi squad SSU agar tidak menganggap enteng Tim Askar Betuah.

Terlebih, PSPS datang dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan atas Sriwijaya FC di Palembang. Modal tersebut cukup untuk membuat mereka tampil tanpa beban.

“Jangan anggap remeh lawan. SSU harus tetap solid di semua lini dan memaksimalkan kreativitas lini tengah,” ujar Bang Jo.

Jika harus menunjuk satu sektor paling menentukan, Bang Jo tanpa ragu menyebut lini tengah. Di sanalah denyut permainan diatur, alur serangan dibangun, dan ritme pertandingan dikendalikan.

Nama Diego Dal Loca pun mencuat sebagai figur kunci. Gelandang tengah ini dinilai memiliki peran vital sebagai pengatur tempo sekaligus kreator serangan Sumsel United.

“Sentral aliran bola ada di tengah. Dal Loca akan sangat menentukan jalannya permainan,” jelas Bang Jo.

Tak hanya soal pemain, laga ini juga menyajikan duel yang tak kalah menarik dari sisi taktik. Dua pelatih dengan reputasi besar di sepak bola nasional, Nil Maizar dan Aji Santoso, akan saling adu strategi dari pinggir lapangan.

“Ini bukan sekadar duel pemain, tapi juga adu taktik dua pelatih besar,” tambahnya.

Di tengah dominasi pemain asing, Bang Jo menyoroti peran penting pemain lokal berpengalaman. PSPS memiliki sosok seperti Alvin Tuassalamoni dan Ilham Fathoni, sementara Sumsel United mengandalkan Ichsan Kurniawan sebagai penyeimbang permainan.

“Mereka bukan sekadar pelengkap, tapi penentu ritme dan kestabilan tim,” katanya.

Kehadiran pemain lokal berpengalaman menjadi simbol identitas tim, bahwa sepak bola bukan hanya soal kualitas individu, tapi juga pemahaman permainan dan ikatan emosional dengan tim.

Tekanan publik kandang, bagi Bang Jo, seharusnya tidak menjadi beban. Justru sebaliknya, ia harus diubah menjadi energi positif.

“Dukungan suporter harus jadi kekuatan, pemain ke-12 yang menaikkan mental,” ujarnya.

Namun ada satu faktor yang tak bisa dikendalikan: cuaca. Hujan yang kerap mengguyur Palembang beberapa hari terakhir berpotensi memengaruhi kondisi lapangan dan gaya bermain kedua tim.

Pada akhirnya, kemenangan atau kegagalan akan ditentukan oleh satu hal sederhana namun krusial: sejauh mana pemain mampu menjalankan instruksi pelatih selama 2×45 menit.

“Jika taktik dijalankan dengan disiplin, saya rasa tiga poin tidak akan bisa dicuri PSPS,” kata Bang Jo dengan nada optimistis.

Ia menilai, Sumsel United harus langsung bermain menyerang sejak awal, mencetak gol lebih dulu, dan mengontrol mental pertandingan.

Kesalahan terbesar yang harus dihindari, menurutnya, adalah meremehkan lawan.

“Walaupun PSPS berada di papan bawah, itu justru bisa berbahaya jika dianggap enteng,” ujarnya mengingatkan.

Bagi Bang Jo, pelajaran terpenting dari laga ini, apa pun hasilnya, adalah soal kebersamaan dan kepatuhan pada satu komando.

“Sepak bola adalah permainan tim dengan satu komando,” katanya singkat namun tegas.

Harapannya jelas: Sumsel United terus solid, bermain percaya diri, tidak cepat puas, dan melakukan evaluasi berkelanjutan. Semua itu demi satu target besar yang terus menyala di benak publik Sumsel: lolos ke Liga 1 Indonesia.

Sore ini, stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, akan berbicara. Apakah Sumsel United mampu menjawab tuntutan kandang dan menjaga mimpi itu tetap hidup, waktu yang akan menjawabnya.

Pos terkait