• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Sastra Cerpen

Cerpen Aan Kunchay: Gerbong Terakhir

Aan Jasudra by Aan Jasudra
23 Mei 2025
in Cerpen, Kabar Hari Ini, Lahat, Sastra
0 0
0
Cerpen Aan Kunchay: Gerbong Terakhir
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

GERBONG TERAKHIR

Kereta itu tiba tanpa suara. Bukan meluncur di atas rel baja yang berderit, melainkan seperti melayang, menghanyut di tengah kabut pekat. Tidak ada pengumuman, tidak ada suara peluit. Hanya ada dingin yang merayap pelan ke tulang, seperti bisikan samar sesuatu yang tidak ingin didengar.  

Aku berdiri di peron, menggenggam tiket yang terasa basah dan dingin di tanganku. Angka-angkanya samar, berkedip-kedip seolah enggan menetap dalam satu bentuk. Namun, satu hal yang kutahu pasti: ini adalah perjalanan satu arah.  

Seorang kondektur berseragam hitam berdiri di depan pintu, wajahnya tenang seperti permukaan danau tanpa riak. Mata hitamnya tidak memiliki cahaya, hanya bayangan yang bergetar di dalamnya. Tanpa kata, dia mengulurkan tangannya, menunggu tiket itu berpindah kepadanya.  Aku menyerahkannya dengan ragu.  

Saat kakiku melangkah masuk, udara di dalam gerbong seketika berubah. Bukan hanya lebih dingin, tapi juga lebih berat. Seperti ada sesuatu yang menempel di kulit, seperti beban yang tak terlihat, seperti tatapan dari sesuatu yang tidak seharusnya ada.  

Gerbong itu panjang, lorongnya sempit dengan lampu redup yang berayun pelan. Kursi-kursinya berisi penumpang yang diam. Beberapa memandangi jendela dengan mata kosong, beberapa tertunduk, seolah tertidur atau mungkin… sesuatu yang lebih menyeramkan dari itu.  

Aku berjalan pelan. Di ujung gerbong, ada seorang perempuan duduk sendiri. Rambutnya panjang, jatuh ke bahunya, pakaiannya lusuh seolah telah menempuh perjalanan panjang yang tak berkesudahan. Matanya menatap lurus ke depan, kosong, tapi bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu.  

Ada sesuatu tentangnya yang menarik. Bukan kecantikannya, bukan wajahnya, tapi… sesuatu yang lebih dalam dari itu. Aku duduk di seberangnya.  

“Kau juga naik kereta ini?” tanyaku, suaraku terdengar jauh, seperti berbicara dalam ruangan kosong yang bergema.  

Dia menoleh perlahan, menatapku dengan sorot mata yang membuat tengkukku meremang. Bibirnya bergerak lambat, membentuk kata-kata yang hampir seperti desahan.  

“Tentu saja,” katanya. “Aku sudah lama menunggumu.”  

Kereta ini tidak memiliki perhentian. Tidak ada suara roda menghantam rel, tidak ada goncangan, hanya kesunyian yang bergerak bersamaku.  

“Aku harus pergi ke gerbong terakhir,” kata perempuan itu tiba-tiba.  

Aku menatapnya, mencoba menangkap sesuatu dari ekspresinya.  

“Kenapa?” tanyaku.  

Dia tidak langsung menjawab. Matanya menatap ke luar jendela, tapi di luar sana hanya ada kabut kelabu yang menghisap semua warna dunia.  

“Di sanalah semua jawaban berada,” katanya akhirnya.  

Aku menelan ludah.  

Entah kenapa, aku merasa bahwa aku harus ikut dengannya. Kami berjalan melewati gerbong demi gerbong, melewati wajah-wajah kosong yang sesekali melirik kami dengan tatapan aneh. Ada seorang pria tua yang menggenggam jam saku dan menggumamkan sesuatu berulang kali. Ada seorang anak kecil yang memeluk boneka lusuh, matanya berkaca-kaca tapi tanpa air mata.  

“Kau tahu ini kereta apa?” tanyaku saat kami sampai di gerbong keenam.  

Dia menoleh dan menatapku lama sebelum menjawab, “Ini adalah kereta yang membawa mereka yang telah selesai dengan dunia.”  

Aku merinding.  

“Apa maksudmu?”  

Dia berhenti melangkah, lalu menunjuk ke kaca jendela di samping kami. Aku menoleh—dan saat itu, jantungku hampir berhenti berdetak.  

Di sana, di dunia yang mulai terasa samar, aku melihat tubuhku sendiri, terbaring di tempat tidur rumah sakit, dikelilingi oleh selang dan alat pemantau detak jantung. Seorang wanita yang mirip ibuku duduk di samping ranjang, menangis, bahunya bergetar.  

Aku tersentak mundur.  

“Tidak mungkin…”  

“Tiket itu bukan sekadar tiket,” kata perempuan itu pelan. “Itu adalah keputusan. Jika kau tetap di kereta ini sampai akhir, maka kau tidak akan kembali.”  

Aku merogoh saku dan menarik tiket itu. Angkanya kini jelas: Gerbong Terakhir.

Aku ingin berlari kembali ke gerbong awal, tapi kakiku seakan tertanam di lantai. Perempuan itu menatapku dengan mata yang kini penuh emosi.  

“Kau tidak ingat aku, kan?”  

Aku menatapnya lekat-lekat. Ada sesuatu yang familiar dalam wajahnya, tapi ingatanku terasa kabur.  

“Aku mengenalmu,” katanya pelan. “Aku ada di sana, malam itu… Saat kau berkendara terlalu cepat, saat kau kehilangan kendali…”  

Dan saat itu, semua ingatan menghantamku sekaligus.  

Aku melihat jalanan yang basah oleh hujan, lampu-lampu kota yang berkedip, suara klakson yang memekakkan telinga. Aku melihat diriku di balik kemudi, tanganku mencengkeram setir erat, dan lalu— Tabrakan. Darah.

Dan di antara semua itu, seorang perempuan dengan mata penuh ketakutan sebelum semuanya berubah menjadi gelap.  

Aku menoleh kepadanya, tubuhku bergetar. “Kau…”  

“Ya,” katanya, dengan suara yang kini bergetar. “Aku yang ada di mobil itu. Aku yang tidak pernah sampai ke rumah malam itu.”  

Aku ingin berbicara, ingin meminta maaf, ingin mengatakan sesuatu—tapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku.  

Perempuan itu melangkah mundur. “Sekarang kau tahu kenapa kau ada di sini.”  

Aku menggenggam tiket di tanganku. Aku sadar, aku telah berada di gerbong ini sejak lama, hanya saja aku baru menyadarinya sekarang.    

Aku terbangun dengan napas tersengal. Bau antiseptik memenuhi hidungku, suara mesin pemantau detak jantung berdetak pelan di sampingku. Ibuku tersentak saat melihatku membuka mata, lalu menjerit kecil, memanggil dokter dengan suara terbata-bata. Aku masih hidup.  

Namun, di sela-sela itu semua, aku masih mengingatnya. Wajah perempuan itu. Senyumnya. Dan bagaimana dia memilih tetap tinggal di dalam gerbong yang terus bergerak, menuju tempat yang tak pernah kutahu akhirnya.  

Lahat, Maret 2025


Tentang Penulis:

Aan Kunchay adalah seorang jurnalis di Kabupaten Lahat yang aktif menulis puisi dan cerpen. Karyanya telah dimuat di berbagai antologi bersama, media cetak, dan platform online. Pada tahun 2024, ia menerbitkan buku kumpulan cerpen perdananya, Burung-Burung yang Lupa Cara Terbang.

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

3 Juni 2026
Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

2 Juni 2026
Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

1 Juni 2026
Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

1 Juni 2026

Recent News

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

3 Juni 2026
Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

2 Juni 2026
Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

1 Juni 2026
Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

1 Juni 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?