Muara Enim – Karang Taruna Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim Sesalkan atas kurangnya Respon Pihak Perusahaan yang ada di wilayah Administrasi nya, dikarnakan tak ada keseriusan terkait bentuk dukungan dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke 79, yang akan diadakan beberapa hari lagi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Karang Taruna Desa Padang Bindu Juliansyah ketika dibincangi awak media melalui Via Tlp Whatsapp. Kamis (8/8).

Dikatakan Juliansyah, momen Hut RI tahun 2024 ini, seperti biasa seluruh anggota Karang Taruna berinisiatif untuk mengadakan semacam lomba, dengan harapan, didukung sebanyak 13 Perusahaan dilingkungan nya, namun disayangkan hampir lebih dari setengah dari jumlah perusahaan yang ada, tidak memberikan Respon dan bahkan terkesan menyepelekan dengan memberikan bantuan yang dianggap tak sesuai.
Adapun nama-nama perusahaan yang ada di wilayah tersebut antara lain : PT RAP, PT VIP, PT LAS, PT ALL, PT ITL, PT STL, PT MSBP, PT TPB, PT TNS, PT CPS, PT PKP, PT ROC dan PT Titan
“Jujur kami sangat kecewa atas kurangnya Respon Pihak Perusahaan yang terkesan tak mendukung kegiatan HUT RI yang akan kami laksanakan, padahal kami ketahui, dari pihak pemerintah Kecamatan dan Desa sudah sering sekali menegur pihak perusahaan untuk saling mendukung kegiatan, apalagi ini kan dalam rangka perayaan Kemerdekaan Negara kita. apakah mungkin pihak perusahaan itu bukan Rakyat indonesia, tapi kenapa mereka berada di negara ini dan meraup hasil sdm dan lain sebagai nya di negara ini, khusus nya di Desa Padang Bindu, “ujar nya.
Selanjutnya, Juliansyah membeberkan bahwa terkait permohonan bantuan, mereka pastinya sudah mengikuti aturan dengan cara melayangkan profosal, dan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari, setelah diajukan ke pihak perusahaan, pihak tersebut slow respon.
” Kami tak maksa tapi cuma mengajak mereka untuk berpatisipasi, karna inikan momen HUT RI, dan yang mengajukan permohonan bukan berasal dari masyarakat diluar administrasi, tapi yah begitulah, terkesan pihak perusahaan kurang respon dengan kegiatan positif di maayarakat padahal menurut informasi, piha perusahaan diwajibkan untuk menyiapkan semacam CSR untuk masyarakat dalam bentuk dan momen yang sudah ditentukan, nah momen HUT RI ini kan sudah ada dari jaman kemerdekaan dulu, tapi kok mereka tak ada inisiatif ya, “ucap Juliasyah terheran.
Jadi, sambung Julian, ” kami dari karang taruna berharap kiranya pihak perusahaan yang beroprasi dapat bermitra baik dengan masyarakat, karna itu sudah diatur dalam peraturan, yang mengarah untuk kesejahteraan, tapi ya aneh mereka ini baru momen ini saja mereka terkesan merendahkan, ya bagaimana hal lain nya, “tegas nya.
Setelah berbincang denga Ketua Karang Taruna, awak media juga menyempatkan untuk mencari informasi ke pihak Pemerintah Desa, dalah hal ini disambut langsung Dodi Septian selaku perangkat Desa Padang Bindu.
Pada perbincagan tersebut, Dodi membenarkan adanya keluhan Anggota Karang Taruna terkait persiapan kegiatan lomba Perayaan HUT RI yang terancam batal.
“Adik-adik karang taruna megeluh kepada saya terkait slow bahkan kurang respon pihak perusahaan terkait pengajuan permohonan yang sudah diantarkan, jadi dari kekecewaan tersebut mereka akan menarik lagi pengajuan tersebut, “jelas nya.
Dodi menceritakan dari 13 perusahaan yang ada, hanyak PT Titan yang bersedia berikan bantuan secara memanusiakan, ” perusahaan lain ya bisa dikatan ikut berpartisipasi tapi terkesan menghina dengan jumlah bantuan yang diberikan, ada juga diatas itu tapi itu semua pihak perusahaan terkesan terpaksa dikarnakan mengetahui adik karang taruna akan menarik kembali pengajuan nya, “jelas nya lagi.
pastinya, ” mereka sudah melakukan upaya baik dengan mengajak pihak perusahaan untuk berpartisipasi pada momen hut ri, jadi intinya kami akan menarik kembali pengajuan, karna ditakutkan pengajuan itu akan menjadi sampah, kan lebih tak etis kalo itu buang dan jadi sampah, karna itu dicap dan di tanda tangani oleh pemerintah Desa.
Jadi, terus terang disini kami bukan mengharapkan berapa nominal yang akan dibantukan ke adek-adek karang taruna, tapi kami mengharapkan responnya, saya selaku pemerintah desa sangat kecewa atas slow respon oleh beberapa pihak perusahaan , dan kami meminta teguran dari pihak pemerintah kecamatan/pemkab/pemprov kalau seandainya memohon bantuan dana keperusahaan melalui proposal itu menyalahi aturan maka tegorlah dengan keras adek-adek karang taruna ,dan apabila perihal tersebut tidak menyalahi aturan yang ada maka kami mohon sebaliknya tolong tegur perusahaan tersebut, “pungkasnya.
Saat berita ini diterbitkan, awak media akan terus mencari informasi terkait permasalahan tersebut.
(Ali).










