HIjrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah (Catatan Sri Meliyana di Tahun Baru Islam)

Catatan Ir. Hj. Sri Meliyana (Anggota Komisi IX DPR-RI Fraksi Partai Gerindra)

wartabianglala.com – Hijrah Rashlullah SAW adalah dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya demi KEBENARAN, KEYAKINAN, dan KEIMANAN.

Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madina pada musim panas tahun 622 Masehi bersama Abubakar Al-Shiddiq sahabat terkasihnya. Rasulullah SAW berhijrah semata2 ingin menyelamatkan Akidah Islam dan Dakwah.

Madinah terletak di utara Makkah, tapi Rasulullah dan Abu Bakar mengambil arah selatan menuju Gua Tsur demi mengecoh Quraisy yang memusuhinya. Di gua Tsur mereka berdiam selama 3 hari untuk menimbang suasana dan mengatur strategi perjalanan hijrah yang jauh dan berbahaya. Orang2 Quraisy menetapkan bahwa siapa saja yang datang membawa salah satu dari Muhammad SAW atau Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, baginya 100 ekor unta.

Jaring laba2, sepasang merpati dan untaian dahan akasia di mulut gua dikirim Allah SWT untuk menyelamatkan 3 hari persembunyian Rasulallah…

“La tahzan, innallaha ma’ana” bisik Rasullah ke telinga Abu Bakar sahabatnya.
Jangan bersedih…Allah bersama kita.
Dan tenanglah hati keduanya, dan selamatlah mereka dari kepungan musuhnya…
Subhanallah…

Pada hari ke 4 selepas meninggalkan Makkah, mereka berdua keluar dari Gua Tsur dan perjalananpun dimulailah. Menempuh jalur yang tidak biasa, berangkat pada waktu yang tidak biasa, dibawah ancaman musuh yangmengintai perjalanan mereka.Adalah Suraqah bin Malik, dengan kudanya mengejar Rasulullah, tergiur hadiah 100 unta. Namun berkali-kali kuda tersungkur tak berdaya, sehingga Rasulullahpun selamat lah.
Alhamdulillah…

Perjalanan dilanjutkan, mengarungi gurun pasir, melintasi batu karang dan lembah2 curam . Keyakinan, ketabahan hati dan Iman meyampaikan mereka ke desa Quba,lahan subur, pepohonan anggur, kebun dan taman..

Rasulullah berdiam 4 hari di Quba dan membangun masjid Quba. Keesokan harinya melanjutkan perjalanan dan berhenti di lembah Ranuna, melaksanakan sholat jumat, sholat jumat pertama kalinya dalam sejarah Islam.
Allahu Akbar…

Setibanya di Yatsrib yang kemudian berganti nama menjadi Madinah Al Munawwarah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar disambut meriah…

Thala‘a al-badru ‘alaynā
Wahai bulan purnama yang terbit kepada kita

Min tsanīyāti al-wadā‘
Dari lembah Wadā‘.

Wajab al-syukru ‘alaynā
Dan wajiblah kita mengucap syukur

Mā da‘ā lillāhi dā‘
Di mana seruan adalah kepada Allah.

Wahai engkau yang diutus di tengah-tengah kami
Datang dengan seruan untuk dipatuhi
Anda telah membawa kemuliaan kepada kota ini
Selamat datang penyeru terbaik ke jalan Allah.

Madinah secara berangsur-angsur berubah menjadi ibu kota Kekaisaran Muslim, dengan pemimpin pertama langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Dalam perkembangannya Madinah menjadi pusat kekuatan Islam dan hingga kini menjada salah satu kota suci Islam.

Jakarta, 10 Agustus 2021

 

Pos terkait