• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Sastra Essay

Esai Pilihan Karya Dimas Indiana Senja

Aan Jasudra by Aan Jasudra
2 Mei 2021
in Essay, Kabar Hari Ini, Sastra
0 0
0
Esai Pilihan Karya Dimas Indiana Senja
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NADHOMAN

Oleh : Dimas Indiana Senja
_________________________

Di bulan Ramadhan ini, kita mungkin lebih banyak mendengarkan masjid/surau/mushola menyenandungkan puji-pujian dibanding bulan-bulan lainnya. Baik ketika menjelang buka puasa, maupun menjelang sholat subuh. Puji-pujian itu sebagai sarana mengajak masyarakat untuk bergegas menuju masjid/surau/mushola, sembari menunggu imam. Puji-pujian itu, selain sebagai sarana wiridan juga sebagai sarana dakwah yang menghibur.

Puji-pujian itu berbentuk nadhoman—kata aslinya nadzam namun pengucapannya lebih familiar menggunakan nadhoman. Nadhoman merupakan bagian dari bentuk sastra. Sehingga, sebagaimana disampaikan seorang pemikir Romawi, Horatius, mengemukakan istilah dulce et utile, dalam tulisannya berjudul Art Poetica. Artinya, sastra mempunyai fungsi ganda, yakni menghibur dan sekaligus bermanfaat bagi pembacanya. Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan, memberikan makna terhadap kehidupan (kematian, kesengsaraan, maupun kegembiraan), atau memberikan pelepasan ke dunia imajinasi. Bagi banyak orang, misalnya, karya sastra menjadi sarana untuk menyampaikan pesan tentang kebenaran, tentang apa yang baik dan yang buruk.

Penggunaan nadhom sebagai media dakwah sudah ada semenjak akhir abad ke-16, yaitu berawal dari Hamzah Fansuri diikuti oleh Syamsudin Sumatrani yang kemudian direspon oleh Nurrudin Al Raniri.

Genealogi Nadhoman

Nadhoman pada mulanya merupakan sebuah tradisi pesantren yang mempunyai kelebihan karena fungsinya sebagai media pengajaran, nasihat, sekaligus sebagai hiburan. Hal ini dapat dilihat dalam kitab-kitab kuning karangan para ulama, model penulisannya berbentuk nadhoman, sehingga pembelajarannya pun sembari dinyanyikan atau ditembangkan. Merujuk pada penelitian Braginsky (1994), maka sekurang-kurangnya ada tiga muatan dalam sastra berbentuk nadhoman, yakni (a) fungsi hiburan muncul lantaran hadirnya nadhoman dalam khazanah sastra selalu dinyanyikan baik dengan iringan musik tertentu maupun tidak; (b) fungsi pendidikan dan pengajaran muncul karena di samping nadhoman mengekspresikan nilai-nilai dedaktis, yakni pendidikan nilai-nilai moral Islam dan pengetahuan Islam yang kompleks, nadhoman juga digunakan sebagai bahan ajar dan atau media pengajaran di kalangan masyarakat santri; (c) fungsi spiritual muncul lantaran sebagian besar nadhoman diberlakukan penggunaannya semata-mata sebagai upaya penghambaan diri kepada Tuhan yakni untuk mempertebal rasa keimanan dan ketaqwaan.

Nadhom dan Sastra

Nadhom, mengutip pendapat KH. Musthafa Bisri, adalah kalimat yang disusun secara teratur dan bersajak, baik melalui penguasaan ilmu ‘Arudh atau hanya menyelaraskan wazan (model) yang telah ada. Model nadhoman—sebagaimana diungkapkan KH Husein Muhammad dalam pembukaan buku Nadzam Santri—dapat dinikmati berbagai kalangan, terutama masyarakat bawah, yang saat ini membutuhkan tetesan embun ilahi yang menyirami kegersangan hati serta kerlip cahaya ketuhanan yang bisa membuka nurani.
Nadhoman juga dipakai dalam sastra (puisi) Indonesia saat ini, setidaknya bisa dilihat dalam perpuisian Sofyan RH. Zaid, penyair yang berlatarbelakang pesantren yang konsisten dengan model puisi nadhoman. Salah satunya seperti puisi ini :

MAWAR SIDRAH

jam berhenti sejenak # terdengar suara cecak
seperti denting ribuan logam # kau datang padaku serupa malam
aku lupa menutup pintu # aku luka melupa nafsu
di kamar kita menjadi bisu # mawar dan sidrah bersatu
; jibril di mana wahyu? # khidir di mana waktu?

Nadhoman telah menjadi sebuah gaya bagi Sofyan dalam perpuisiannya. Dalam ini, saya teringat Roland Barthes, yang dalam tulisannya berjudul “Style and its Image” (1971), mengatakan bahwa style is historic concept.

Pernyataannya mengindikasikan bahwa ketika kita beradapan dengan puisi atau sekumpulan puisi yang menunjukkan ciri kesamaan dalam hal gaya, kita tidak bisa mengelak dari kerja menghubungkan atau mempertentangkan dengan sajak-sajak sebelumnya.

Dalam pada ini, puisi-puisi Sofyan, dapat dirunut genealoginya dari puisi-puisi sufistik Hamzah Fansuri yang dikutip dari transliterasi Abdul Hadi W.M. (2001:335)

Nurani itu itu haqiqat khatam # Pertama terang di laut dalam
Menjadi makhluq sekalian alam # Itulah bangsa hawwa dan adam

Tertentu awwal suatu cahaya # Itulah cermin yang Mulia Raya
Kelihatan di sana miskin dan kaya # Menjadi dua, Tuhan dan sahaya

Kita bisa melihat bagaimana permainan rima menjadi sesuatu yang “wajib” dihadirkan dalam khasanah perpuisian saat itu, dan ternyata sekarang kita temukan lagi gaya yang serupa. Dari beberapa puisi Sofyan yang saya kategorikan sebagai puisi nadhom, Sofyan agaknya berkeyakinan besar bahwa gaya ucap sajak adalah identik dengan “keindahan bahasa”. Sajak Sofyan seolah menunjukkan bahwa penyair telaten dengan pergulatan memilih gaya ucap yang menunjukkan pada makna keindahan bahasa. Pilihan kata yang diupayakan membentuk lari-larik sajak yang eufonik, baik melalui persamaan bunyi di akhir larik maupun melalui elitarasi dan asonansi, merupakan penanda akan sikap dan keyakinan Sofyan sebagai penyair terhadap persoalan gaya ucap. Namun begitu, puisi-puisi Sofyan tidak semata menonjolkan sisi ritmis puisi, melainkan tetap mempertahankan substansi dari puisi sebagai sebuah muatan yang ingin disampaikan kepada jamaah pembaca.

Pola bunyi tersebut hadir lebih intens ketika dilisankan. Dalam pada ini, puisi tak sekadar ingin dibaca dalam hati, tetapi juga ingin ditonton dan ingin diperdengarkan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena puisi tersebut sebenarnya ingin lebih dekat dengan pembacanya. Kata-kata yang dipilih Sofyan tidak ingin lewat begitu saja tanpa hambatan (otomatis), melainkan dengan membentuk pola-pola bunyi yang khas, kata-kata ingin hadir dengan cara yang tidak biasa (deotomatis), sehingga dipersepsi dengan cara yang tidak biasa pula, dialami secara lebih intens.

Halaman Indonesia, 2021

_________________________

Tentang Penulis

DIMAS INDIANA SENJA. Penyair, Dosen, dan Instruktur Literasi Nasional. Pada tahun 2016 menjadi pembicara dalam UWRF (Ubud Writers and Readers Festival), Bali. Pada tahun 2019 menjadi pembicara dalam MWRF (Mandar Writers and Culture Forum), Sulawesi. Bukunya, Nadhom Cinta, Sastra Nadhom, Suluk Senja, Museum Buton, Pitutur Luhur, Kidung Paguyangan, dan Tantangan Pragmatisme.

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

3 Juni 2026
Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

2 Juni 2026
Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

1 Juni 2026
Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

1 Juni 2026

Recent News

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

3 Juni 2026
Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

2 Juni 2026
Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

1 Juni 2026
Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

1 Juni 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?