• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Sastra Essay

ANTARA PERESENSI DAN PEMENGARUH BUKU

Aan Jasudra by Aan Jasudra
25 April 2021
in Essay, Sastra
0 0
0
ALI SABIDIN DI PULAU SIPUT
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Wahid Kurniawan

Zaman yang serba digital ini telah merambahi banyak hal. Geraknya yang super gegas telah mencaplok sekian teknologi dan media. Revolusi pun terjadi dengan beberapa adaptasi di sana-sini. Di ranah media, kita telah mendengar bahwa Koran Tempo, sejak bulan Januari 2021, memutuskan meniadakan koran cetak dan beralih sepenuhnya ke versi digital. Dengan penutupan tersebut, artinya ia menyusul media cetak lain yang lebih dulu tumbang, seolah mengamini kalau Senjakala media cetak bukan isapan jempol belaka. Nasib serupa pun terjadi di rubrik budaya di media-media. Sekalipun si media masih berjalan, tak sedikit dari mereka yang menutup penerimaan kolom untuk rubrik budaya.

Bisnis makin kentara cobaannya, dan mereka mesti melakukan itu demi menekan pengeluaran.

Sekalipun masih membukanya, terhitung hanya segilintir media yang memberi apresiasi berupa honorarium bagi penulis pengisi rubrik. Kebanyakan, media-media ini termasuk media menengah atau nasional yang cakupannya luas dan, tampak aman, dalam hal soal dapur keuangan. Pilihan yang lebih masuk akal pun kini terbentang di media-media online. Dalam banyak hal, media jenis ini memiliki kejelasan dalam hal apresiasi, dan bila meniadakannya, mereka mewanti-wantinya dalam ketentuan penulisan untuk media mereka. Dari situ, perkara menulis di media pun tampak bergeser dari tahun-tahun sebelumnya. Penulis sadar, beberapa media tak akan memberi apresiasi dalam bentuk apa pun, selain upaya menyebarkan tulisannya seluas mungkin. Namun, mereka tetap berteguh hati untuk tetap menulis. Tulisan terus menyambung dari hari ke hari. Di antara mereka, terdapat para peresensi buku yang terus bergiat menimbang buku, dengan atau tanpa diperhatikan oleh banyak orang.

Mereka berjalan di setapak sunyi. Saya kerap membayangkan, sama seperti penulis lainnya, nasib penulis yang berjalan di jalur ini seperti itu. Dengan gegas media sosial yang kian banyak dipenuhi akun-akun review buku, pilihan untuk tetap menulis di media tak bisa dipandang sebelah mata. Kesan dari tulisan yang tayang di media, bagaimanapun, masih memiliki kedudukan tersendiri di benak banyak orang. Itu pula yang diamini para peresensi yang menjembatani hubungan antara penulis, karya, dan pembaca. Mereka percaya, dengan menulis ulasan yang tak sekadar menimbang baik atau buruknya suatu karya, upaya mengulas menjadi tonggak yang tak kalah penting dalam menjaga ekosistem perbukuan supaya tetap berjalan dengan baik. Di sisi ini, para peresensi buku tak ubahnya kritikus kecil-kecilan yang menyidang sebuah karya.

Bagi beberapa orang, upaya ini tampak dikedepankan, selain menjadikan tulisan ulasan tak berbeda jauh dengan pengiklanan sebuh karya. Mereka menuliskan pengalaman pembacaan dengan jujur apa adanya, tanpa cela dusta, dan tak melebih-lebihkan. Dengan niat demikian, mereka pun seolah siap dengan risiko bakal dicecar oleh orang yang, sangat mungkin, tak setuju dengan pendapatnya. Atau, bukan tak mungkin pula, dikucilkan sebagai akibat dari tulisannya yang oleh beberapa orang dipandang merusak nama pemilik karya. Akan tetapi, kita memang akan terus membutuhkan orang-orang seperti ini, bukan? Kita memerlukan mereka sebagai pengamat dan penjaga bagi karya-karya yang tiap bulan gegasnya tampak kian ramai.

 

Pemengaruh Buku dan Peresensi Buku

 

Setelah membaca separuh tulisan ini, saya mungkin terkesan meremehkan para reviewer yang lebih akrab berkiprah di media sosial. Selayang pandang, barangkali pembaca menilai bahwa saya seolah mendramatisasi para peresensi buku, sebab apa yang sudah disampaikan mengamini kalau keberadaan mereka di atas para reviewer tadi. Itu tak sepenuhnya salah, memang. Setidaknya, kalau boleh membandingkan antar tulisan yang mereka hasilkan, kita bisa memperdebatkan hal tersebut. Akan tetapi, apa gunanya?

Saya sejak tadi bicara soal para pengulas dan perubahan-perubahan yang terjadi terkait dengan teknologi dan perkembangan zaman. Dari situ, dua hal yang saya angkat sejauh ini berada di tengah-tengahnya. Mereka berjuang supaya tetap eksis dengan cara yang berbeda di satu sisi, tapi memiliki kesamaan di sisi lainnya. Di sisi yang sama, mereka sama-sama memiliki misi baik, yakni menjaga perkembangan ekosistem perbukuan dan literasi tanah air. Oleh sebab itu, membandingkan mereka satu sama lain sungguhlah sebuah hal yang sia-sia belaka. Masalah yang kini mesti diperhatikan adalah bagaimana memupuk kebersamaan dan kesinergian di antara mereka supaya tak saling meremehkan.

Digitilasasi toh tidak bisa kita elakkan pengaruhnya. Sekali lagi, perkara yang dirambahi pun menjalar sampai ke dalam dunia perbukuan dan literasi. Kalau dahulu kita sekadar mengenal  istilah “Peresensi buku”, kemudian “Reviewer buku”, lalu kini, kita dikenalkan lagi dengan istilah baru, yakni Bookfluencer atau pemengaruh buku. Pada dasarnya, peran mereka dan apa yang mereka lakukan tak jauh berbeda, tapi kompleksitas tampak lebih kentara dalam jati diri Pemengaruh Buku. Mereka adalah senyatanya produk zaman yang keberadaannya lahir dari sesuatu yang lebih dulu ada (baca: peresensi buku), sehingga memiliki kelebihan dalam hal penyesuaian diri dan penerimaan di masyarakat. Seturut anggapan ini, penulis Okky Madasari menilai bahwa, “Bookfluencer adalah bagian dari upaya merebuat ruang publik media sosial untuk menjadi ruang percakapan gagasan, untuk menyebarkan opini-opini yang berdampak, bagian dari ekspresi kreatif.”

Sampai sini, kita bisa mengatakan bahwa benang merah itu sudah ditemukan: Sinergi. Jika para Peresensi Buku secara umum masih berjuang dari satu media ke media lainnya, maka para Bookfluencer bergelut menyoalkan wacana serupa di medan yang lebih umum, yakni media sosial. Kesan sekadar menjadi buzzer buku yang menempel pada Book Review, diharapkan tidak dimiliki oleh para Bookfluencer ini. Maka dari itu, penyatuan ketiga istilah tadi agaknya perlu dilebur dalam satu istilah saja dan itu cocok dialamatkan ke dalam Bookfluencer atau Pemengaruh Buku. Toh, mereka kan sama-sama menimbang buku, menilai dengan telisik mendalam, lalu membagikan pemikirannya soal isi atau wacana di dalamnya ke khalayak umum.

Transformasi adalah keniscayaan. Mereka—para peresensi buku—akan tetap ada dan mampu beradaptasi serta berkembang lebih jauh lagi, begitu keyakinan saya, sekalipun jalan yang mereka pilih dekat dengan kesunyian dan zaman menuntut mereka untuk merentangkan tangan atas perubahan-perubahan. Kendati wajah media akan terus-menerus berubah, jalan itu tak akan ditinggalkan. Mereka akan terus melakukannya, walau apresiasi yang didapat tak jarang hanya ucapan terima kasih atau konten tulisannya dibagikan oleh segelintir orang di media sosial. Tapi, mereka toh tetap meresensi buku, sebab hanya dengan melakukannya, orang-orang ini menunjukkan bahwa mereka peduli, bahwa mereka masih ada, dan tak menutup mata atas semakin banyaknya buku-buku baru. Begitu.

WAHID KURNIAWAN, penikmat buku, mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Teknokrat Indonesia. Dapat dihubungi melalui akun media sosial Instagram @karaage_wahid

 

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

3 Juni 2026
Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

2 Juni 2026
Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

1 Juni 2026
Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

1 Juni 2026

Recent News

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

Warga Perumahan Rakha Lega, Pemkab Lahat Tinjau Titik Banjir di Sungai Lahangan

3 Juni 2026
Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

Wujudkan Asta Cita 2026, Polda Sumsel Gelar Rakernis Gabungan

2 Juni 2026
Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

Warga Perum Rakha Gelar Liwetan Halal Bihalal, Sampaikan Keluhan Banjir ke Bupati Dan Wabup Lahat

1 Juni 2026
Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

1 Juni 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?