• Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional
Senin, Juni 1, 2026
  • Login
  • Register
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
Advertisement
  • Berita Otomotif
  • Berita Olahraga
  • Kejahatan
  • Nissan
  • Bulutangkis
  • DKI Jakarta
  • gerindra
No Result
View All Result
Warta Bianglala
No Result
View All Result
Home Opini

Menangkap Simbol Dalam Peristiwa Teror di Mabes Polri

Aan Jasudra by Aan Jasudra
4 April 2021
in Opini
0 0
0
Menangkap Simbol Dalam Peristiwa Teror di Mabes Polri
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Agus Kurniawan (Pimred Wartabianglala.com)

Editing Naskah : Dee Hwang (Redaktur Rubrik Sastra Wartabianglala.com)

Manusia sejatinya adalah makhluk simbol. Namun terkadang manusia rapuh dalam hal memaknai simbol itu sendiri. Di antara 100 kendaraan yang berhenti di persimpangan lampu merah, misalnya, tak jarang ditemukan manusia-manusia bebal yang nekat menerobos. Seperti halnya di antara ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang, masih banyak yang belum menangkap rambu “Dilarang Parkir”, yang disimbolkan dengan Huruf “P” yang dicoret. Dengan demikian, tak jarang pula kita temui di berbagai tempat umum—yang mana di tempat itu tidak diperkenankan adanya kendaraan yang boleh terparkir dengan maksud tertentu—justru seakan tidak ada gunanya bagi sebagian orang. Entah apa yang menjadi persoalan, terpaksakah atau karena memang tidak peduli, atau memang ada alasan lain seperti halnya miskinnya literasi?

ilustrasi motor terparkir by : admin wartabianglala
ilustrasi oleh admin wartabianglala

Berangkat dari banyaknya contoh kasus demikian, mengharuskan peringatan seperti rambu dilarang parkir, yang seharusnya cukup dengan ditandai dan disimbolkan dengan huruf P yang dicoret, namun justru harus ditambahi beserta teks-nya; “DILARANG PARKIR” guna mempertegas, sudah sangat jelas menggambarkan bahwa betapa rendahnya kesadaran kita khususnya masyarakat indonesia dalam hal memaknai simbol, yang tidak hanya berlaku bagi rambu peringatan saja, yang mana ia ada dan dibuat dikarenakan memiliki alasan dan tujuan tertentu. Apalagi memahami makna dari simbol-simbol yang lain seperti simbol suatu agama.

Jika kejadian Teror yang terjadi di Makassar—pada beberapa waktu lalu sempat menimbulkan perdebatan mengenai ada atau tidaknya tendensi dari suatu agama, yang sengaja dilakukan guna memperkeruh suasana antar penganut agama yang satu dengan yang lainnya—maka hari ini, pada aksi teror yang terjadi di Mabes Polri yang dilakukan oleh seorang perempuan dengan mengenakan atribut, yang seperti biasa dikenakan oleh kaum perempuan beragama Islam di Indonesia (kerudung/jilbab), mungkin, dari rekaman CCTV yang tersebar, sebagian dari mereka yang berdebat hari ini telah mendapatkan jawabannya.

Ilustrasi oleh admin wartabianglala.com

 

Namun apabila ini menjurus lebih berat ke satu agama, dalam hal ini Islam, kenapa banyak pula dari mereka yang menganut agama tersebut? Bahkan banyak ulama-ulama besarnya yang tidak membenarkan aksi teror bahkan ikut mengecam keras. Beberapa alasannya ialah dikarenakan islam adalah agama yang sangat mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan (habluminannas), sebagaimana umat islam meneladani sabda Nabi Muhammad SAW sebagai penyampai risalah bagi mereka, yang kemudian setiap ucapan bahkan tindakannya dicatat sebagai hadist untuk dijadikan sebagai suri tauladan bagi setiap orang islam. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda :

“Barang siapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya, apakah ia berada di pihak yang benar ataupun yang salah, apabila tidak melakukannya (memaafkan), niscaya tidak akan mendatangi telagaku (Akhirat).” (HR. Al-Hakim).

Dari riwayat hadist di atas, menunjukkan dan mencerminkan bagaimana umat dari agama yang satu ini semestinya berlaku. Jangankan membunuh, melukai dan menyakiti sesama saja diwajibkan untuk meminta maaf sebelum meminta ampun kapada Allah SWT.

Lebih jauh kepada pemaknaan dari nilai-nilai Islam sendiri, yang mana arti dari akar kata Islam berasal dari kata Assalmu yang berarti; Damai, kedamaian, kemudian Aslama yang berarti; berserah diri, kemudian Saliim; bersih, suci dan Salaam; Selamat, Keselamatan. Sangat jelas dan tegas bahwa Islam merupakan agama yang memiliki nilai-nilai kebaikan. Pun di rasa setiap agama apapun dan berasal dari manapun, jua demikian mengedepankan kedamaian bagi pemeluknya.

Bisa disimpulkan bahwa keributan yang terjadi, curiga bahkan menuduh, bahwa islam adalah muasal dari adanya tindakan teror yang terjadi di dalam negeri bahkan dunia, adalah tidak benar. Dapat dilihat dari sedikit saja penjelasan di atas, untuk kita dapat memahami dan menarik garis dari apa yang sebenarnya orang di balik aksi teror tersebut ingin lakukan. Tidak bisa dikatakan teroris atau apapun itu, apabila ia tidak mencerminkan apa makna islam yang sudah dijelaskan secara singkat di atas. Lebih jelas islam adalah agama penutup sekaligus penyempurna. Rahmatan lil alaamiin yang bermakna rahmat bagi semesta alam. Yang mencerminkan nilai-nilai keberserahan diri akan kuasa dan Kehendak-Nya, yang memuliakan sesama dan mengedepankan azas perdamaian.

“Loh, Jadi apa kalau bukan Islam? Orang dia jelas kok menggunakan atribut islam (Kerudung/Jilbab). Juga dengan surat wasiat yang ditinggalkan di rumah sebelum aksi, yang bernada meminta keluarganya agar jangan tinggalkan sholat 5 waktu serta melakukan hal-hal lainnya yang berkenaan dengan keislaman?”

Ilustrasi oleh ekonomibisnis.com

Di sinilah letak pentingnya literasi. Kesadaran spiritual dan kecerdasan intelektual yang menjadi pondasi bagi diri kita untuk kritis terhadap sesuatu yang bersifat irasional ataupun bertentangan dengan prinsip nalar sehat, menjadi tolok ukurnya. sekalipun ia berkenaan dengan apa yang menjadi keputusan mutlak untuk diyakini tanpa harus di pertanyakan. Dengan daya berpikir kritis yang ada, setidaknya kita bisa sejenak mem-filter segala yang dilihat ataupun didengar, untuk kita lakukan kajian dan perbandingan.

Dengan begitu, kita tidak menjadi sumbu pendek yang cenderung mudah menyimpulkan sesuatu hanya dari satu sudut pandang yang ada, kemudian dengan mudahnya terpancing, terhasut dan terprovokasi, tanpa pernah mencari lebih jauh tentang benar atau tidaknya sesuatu tersebut dengan mencoba melihat dan mendengar dari sudut pandang yang lain. Dalam agama, memang yang hak dan bathil adalah suatu keharusan (mutlak), sehingga padanyalah kebenaran sejati terletak, dan di luar dari pada itu adalah salah. Namun menjadi perpanjangan dari tangan tuhan untuk melakukan suatu tindakan yang seharusnya adalah hak prioritas Tuhan itu sendiri hanya karena menganggap apa yang di luar dari yang ia yakini adalah kesalahan, adalah kesalahan besar.

Ilustrasi oleh ruslanohoimas.files.wordpress.com

Hal demikian terjadi dalam setiap kelompok agama. inilah yang pada akhirnya membuat umat beragama dalam memahami konsep ketuhanan guna mencapai tingkatan spritual dengan cara berkelompok, menjadi terkotak-kotak. Terjadi selisih dan saling merasa paling. Untuk kemudian membatasi yang satu dengan yang lain dengan menggunakan simbol-simbol sebagai dari satu jenis kelompok agama dan sampai akhirnya melekat menjadi ciri dan identitas.

Peristiwa teror di Mabes Polri, dapat dikatakan benar bahwa itu adalah atribut atau simbol yang biasa dikenakan oleh kebanyakan kaum perempuan yang memeluk agama islam, tapi tidak benar apabila dikatakan bahwa orang yang dimaksud adalah orang yang beragama islam, lantas mengatakan semua orang yang beragama islam adalah teroris. Sebab perbuatan yang ia lakukan, tidaklah mencerminkan nilai-nilai islam sesungguhnya, sekalipun ia melakukan praktik dari ajaran islam sendiri. Sampai sini dapat disimpulkan bahwa untuk mengidentifikasi apakah pelaku teror yang terjadi di Makassar dan Mabes Polri adalah orang yang beragama islam atau bukan, dapat kita lihat dari perbuatannya, bukan apa yang ia kenakan.

Jika kita masih bersikukuh saling menyalahkan, curiga bahkan menuduh antar sesama anak bangsa, tak ubahnya bahwa teror yang dilakukan oleh orang yang mengatasnamakan suatu kelompok agama tersebut adalah berhasil. Kita gagal dalam menangkap makna simbol. Kita lupa untuk menyibak apa yang tersirat dari yang tersurat, apa yang hendak orang di balik kejadian ini ingin sebarkan. Ini merupakan ancaman. Ia menggunakan “simbol” sebagai senjata. Pertama ia gunakan simbol agama yang menjadi benteng terakhir dari setiap penduduk Indonesia, untuk dapat hidup berkelompok dengan damai. Kedua ia menyerang Mabes Polri, yang mana ia merupakan simbol dari pertahanan dan kemanan negara.

Sebagai anak bangsa, sepatutnyalah kita harus bersatu, jangan mau diadu-domba dan dipecah-belah.

Lahat, 02 April 2021

Aan Jasudra

Aan Jasudra

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

Bupati Lahat Lantik Pejabat Baru dan Plt, Tegaskan Integritas serta Kinerja Nyata

21 April 2026
Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

Mengenal Lebih Dekat Dr. Izromaita: Putra Daerah “Lulusan Terbaik” yang Kini Menakhodai Birokrasi Kabupaten Lahat

21 April 2026
Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

Resmi Dilantik, Sekda Lahat Targetkan Evaluasi OPD Tuntas dalam Satu Bulan

21 April 2026
Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

Dari Kapur Tulis hingga Kursi Kadis: Jejak Inspiratif Sang “ASN Inspiratif” Hasperi Susanto

21 April 2026
Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1
Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

28 Mei 2026
Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

27 Mei 2026

Sholat Adul Adha di Masjid Agung, Bupati Edison: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

27 Mei 2026
Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

25 Mei 2026

Recent News

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

Kapolres Muara Enim Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga Sepak Bola Bersama Klub Bola Muara Enim

28 Mei 2026
Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

Humanis Dan Peduli, Polres Muara Enim Sembelij 26 Hewan Kurban

27 Mei 2026

Sholat Adul Adha di Masjid Agung, Bupati Edison: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

27 Mei 2026
Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

Hadiri RAT ke-39 KUD Panca Mulya, Kapolsek Rambang Apresiasi Kinerja Tertib dan Aktif

25 Mei 2026

Follow Us

Browse by Category

  • Agama
  • Apps
  • Artikel
  • Bali
  • Bandar Agung
  • Bandar Jaya
  • Banyuasin
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cerpen
  • Desa
  • E-Sport
  • Ekonomi & Bisnis
  • Empat Lawang
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Essay
  • Fashion
  • Feature
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Gumay Talang
  • Gumay Ulu
  • Gunung Gajah
  • Health
  • IPTEK
  • Jakarta
  • Japehan Kang Yardi
  • Jarai
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabar Hari Ini
  • Kaltim
  • Kecamatan
  • Kejadian besar hari ini
  • Kelurahan
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Kikim Barat
  • Kikim Selatan
  • Kikim Tengah
  • Kikim Timur
  • Kisah Inspiratif
  • KKN (Korupsi
  • Kota Agung
  • Kota Baru
  • Kota Jaya
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lahat
  • Lahat
  • Lahat Selatan
  • Lahat Tengah
  • Lakalantas
  • Lampung
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Lubuklinggau
  • Malaysia
  • Merapi Barat
  • Merapi Selatan
  • Merapi Timur
  • Mobile
  • Movie
  • Muara Enim
  • Muara Payang
  • Mulak Sebingkai
  • Mulak Ulu
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Musi Rawas
  • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Music
  • Narkotika
  • Nasional
  • Nepotisme)
  • News
  • Obituari
  • Ogan Ilir (OI)
  • Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Komering Ulu (OKU)
  • OKU Selatan
  • OKU Timur
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas dan Komunitas
  • Otomotif
  • Pagar Agung
  • Pagar Gunung
  • Pagaralam
  • Pajar Bulan
  • Palembang
  • Pali
  • pangkal Pinang
  • Pangkalpinang
  • Pariwisata
  • Parlemen – DPR
  • Pasar Baru
  • Pasar Bawah
  • Pasar Lama
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Penukal Abab
  • Pertanian
  • Perusahaan
  • Pilkada Lahat 2024
  • Politics
  • Politik
  • Porprov XIV Kabupaten Lahat
  • Prabumulih
  • Profil
  • Pseksu
  • Puisi
  • Pulau Pinang
  • RD PJKA
  • Review
  • Riau
  • Sastra
  • Science
  • Seni & Budaya
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sports
  • Startup
  • Suka Merindu
  • Sumbar
  • Surat buat Cik Ujang
  • Surat Cinta buat Kak Wari
  • Talang Jawa Selatan
  • Talang Jawa Utara
  • Tanggerang
  • Tanjung Sakti PUMI
  • Tanjung Sakti PUMU
  • Tanjung Tebat
  • Tech
  • TNI & Polri
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • Yogyakarta
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 by Ricko Hazadi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Palembang
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Empat Lawang
  • Pagaralam
  • Musi Rawas
    • Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Lubuklinggau
  • Nasional

© 2026 by Ricko Hazadi

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?