MUARA ENIM – Jurnalis lokal di Kabupaten Muara Enim berharap PT Bukit Asam Tbk atau PTBA sebagai perusahaan BUMN mitra dapat lebih tegas dalam menindaklanjuti realisasi dana kemitraan.
Menurut mereka, keterlambatan pencairan sering terjadi dengan alasan menunggu proses baru dari pihak Danantara. Padahal anggaran tersebut sudah dialokasikan, hal tersebut diungkap salah satu staf bagian Humas PTBA saat jurnalis menanyakan kabar pencairan kemitraan dibidang pemberitaan.
“Alangkah baiknya jika dana yang sudah dianggarkan segera diproses. Kami memahami harus mengedepankan aturan, tetapi jangan sampai aturan itu justru menghambat roda kemitraan,” ujar Ali salah satu perwakilan jurnalis lokal, Rabu (21/7).
Ali menilai kemitraan dengan PTBA bukan hanya soal bantuan, tetapi juga bentuk sinergi membangun informasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Dengan proses yang cepat dan transparan, program-program yang direncanakan bisa berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Hal ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi perusahaan, media, dan masyarakat.
“Kami ingin kemitraan ini saling menguntungkan. Perusahaan mendapat dukungan informasi yang berimbang, sementara jurnalis dan media bisa menjalankan fungsi kontrol sosial dan edukasi publik dengan lebih baik,” jelasnya.
Harapan besar juga disampaikan kepada Danantara selaku pengelola dana. Ali selaku jurnalis lokal meminta agar proses administrasi dan verifikasi pengajuan dari PTBA tidak berbelit-belit.
“Kami berharap pihak Danantara tidak berkelit dalam memproses setiap pengajuan dari BUMN. Jangan ada alasan proses baru yang membuat pencairan tertunda. Ini menyangkut kelancaran pelaksanaan program dan roda manajemen,” tegasnya.
Menurut mereka, jika proses birokrasi dipersingkat tanpa melanggar aturan, maka program kemitraan akan lebih efektif. Keterlambatan penagihan dan pencairan hanya akan menghambat pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Intinya, kami berharap ada komitmen bersama. PTBA sebagai BUMN dan Danantara sebagai pengelola dana sama-sama hadir sebagai mitra strategis, bukan sebagai penghambat,” tutupnya.
Saat berita ini diterbitkan, manajemen media menunggu apabila ada klarifikasi penjelasan resmi dari pihak yang dituju.
(A/Pon).










