LAHAT – Kepala Sekolah SDN 03 Lahat berinisial SU akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan viral yang menyebut dirinya melontarkan kalimat penghinaan terhadap profesi wartawan di depan siswa saat kegiatan Pramuka. SU membantah keras tuduhan tersebut dan menjelaskan kronologi versi dirinya.
Menurut SU, narasi “Wartawan Ta’i Kucing” yang beredar merupakan bentuk miskomunikasi antara penyampaian siswa kepada orang tuanya. Ia menjelaskan bahwa saat kegiatan Pramuka berlangsung, situasi memang sedang tidak kondusif karena kebisingan siswa.
SU mengaku saat itu menegur salah satu siswa yang ribut dengan membawa kedekatan personalnya bersama orang tua siswa tersebut.
“Saya katakan kepada anak tersebut: ‘Jangan ribut, awak anak wartawan, bapang kaba tu kance aku’ (Jangan ribut, kamu kan anak wartawan, ayahmu itu teman saya),” ujar SU memberikan klarifikasi.
Terkait ucapan “tai kucing”, SU menegaskan bahwa kata tersebut tidak disambungkan dengan kata “wartawan”. Ucapan itu terlontar secara terpisah dan pelan sebagai bentuk kekesalan spontan terhadap situasi keributan yang terjadi, bukan ditujukan untuk menghina profesi tertentu apalagi dibentakkan langsung kepada siswa.
SU menambahkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan orang tua siswa yang bersangkutan untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Keduanya sepakat untuk melakukan pertemuan tatap muka. Dijadwalkan pertemuan akan dilangsungkan pada Senin, 19 Januari 2026 dengan dimediatori Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Lahat.
Di sisi lain, Herlan Nudin, selaku orang tua siswa sekaligus sosok yang berprofesi sebagai wartawan, membenarkan adanya rencana pertemuan tersebut. Ia mengaku sempat terkejut mendengar laporan dari sang anak, mengingat selama ini hubungannya dengan SU terjalin cukup dekat.
Herlan menyatakan akan hadir untuk mendengarkan langsung penjelasan dari pihak sekolah guna memastikan kebenaran informasi dan menjaga marwah profesi serta hubungan baik yang selama ini ada.









