Pahlawan Dulu dan Kini

Catatan Ir. Sri Meliyana (Anggota Komisi IX DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Dapil II Sumsel)

wartabianglala.com – Ketika dulu, para Pahlawan mengumpulkan yang terserak, berjuang sepenuh hati menyatukan negri, bersimbah darah melahirkan Indonesia, bersatu padu melangkah membawanya ke pentas dunia.

Sebuah perjuangan yang sangat Maskulin, yg identik dengan Patriotisme Negatif Defensif seperti melawan, menjebol, mendobrak… demikian kata Pakar Aliansi Kebangsaan Yudi latif.

Maka kini makna Kepahlawanan berubah arah, menjadi begitu feminin, yang lekat dengan Patriotisme Positif Progresif yang mewujud dalam sikap membangun, merawat, mengolah dan menata bangsa.

Para perawat, dokter dan tenaga kesehatan telah memperlihatkan itu, menyebabkan mereka layak menjadi pahlawan masa kini, berperang bahu membahu menyelamatkan negara dan bangsa dari pandemi covid19.

Indonesia kemudian menunggu para pahlawan masa kini, yang bekerja dalam hening, memelihara langit, laut, bumi, hutan, sungai, alam semesta beserta mahluknya.
Menyayangi, menenteramkan, mengumpulkan, megajak, memberdayakan, memakmurkan…

Akhirnya sampai juga Kita semua pada keseimbangan Maskulin dan Feminin. Yang menjadi dasar penciptaan…

Selamat hari pahlawan, 10 November 2021. Mari maknai hasil perjuangan dan jadikan inspirasi untuk melanjutkan…

Salam Indonesia Raya

Pos terkait