Pance dan Silaturahmi di Era Tekhnologi

By: Igoi

wartabianglala.com – Budaya silahturahmi atau berkumpul setelah pulang berkegiatan sehari-hari (berkebun,berternak, dll) merupakan salah satu budaya lokal yang ada di masyarakat Kabupaten Lahat, di sore hari atau malam hari sambil menyeruput kopi dan makanan ringan seperti singkong rebus membuat suasana perkumpulan menjadi hangat dan erat,dan pance merupakan tempat yang tepat untuk melakukan kegiatan tersebut suatu tempat duduk tak beratap yang terbuat dari kayu dan bambu menjadi saksi bisu keakraban masyarakat Kabupaten Lahat melepas penat setelah bekerja seharian penuh, tak heran hampir setiap sudut desa bahkan di bawah rumah warga terdapat pance yg merupakan simbol dari hubungan sosial warga kabupaten lahat.

Di pance warga Lahat bukan hanya sekedar ber-istirahat ataupun silaturahmi sesama warga lebih dari itu pance merupakan tempat warga lahat untuk bercerita, berdiskusi dan mendapatkan informasi tentang hal apa pun yg telah terjadi di sosial masyarakat..

Dan seiring perkembangan zaman dan ekspansi tekhnologi yang luar biasa membuat budaya silahturahmi di pance menjadi hal yang jarang terjadi. Masyarakat lebih tertarik untuk bersilahturahmi menggunakan aplikasi handphone hasil dari pekermbangan zaman.
Maka setelah melihat keadaan itu semua kami dari pemuda yang memberikan nama pada kelompok kami pance atau kami plesetkan menjadi panjang cerite lahat ber-insiasi untuk kembali membuka ruang perkumpulan dengan kegiatan silahturahmi dan diskusi dengan harapan wadah tersebut menjadi obat rindu akan budaya lahat yang hobi untuk bercerita, berdiskusi maupun saling tukar informasi tentang hal apa pun yg menjadi isu hangat, atau sekedar merefleksikan sejarah yang ada..
adapun untuk kegiatan pertama ini kami akan membawa ruang diskusi yang kami beri nama ngobrol filsafat dengan tema rasa, karsa dan akal.

Dan harapan kami di ngobrol filsafat ini menjadi pintu pembuka untuk masyarakat lahat terkhusus generasi muda dan milenial akan kembali kepada budaya lama untuk ngobrol dan berdiskusi dengan subtansi yang mengedukasi sperti hal nya lounching pertama ini kami mengundang narasumber yang apik dan memang merupakan putra daerah lahat..
Beliau adalah saudara yulion zalpa..

Seorang putra dusun tanjung tebat yang sekarang menjadi dosen tetap di UIN raden Fatah palembang akan mengisi malam loncing pance dengan materi – materi kefilsafatan yang dimiliki nya.

Harapan nya dengan edukasi tersebut masyarakat lahat dapat mendapatkan hal positif tentang ilmu tersebut..

Adapun untuk kegiatan tersebut akan di laksanakan,
Tempat : cafe latanza lembayung
Pukul : 19 wib/ selesesai
Notes : terbuka untuk umum dan tetap mematuhi protokol kesehatan..

Mungkin demikianlah sekilas opini yang bisa kami tuliskan.
Besar kami harapkan kegiatan tersebut dapat di hadiri banyak pihak dan memang menjadi ladang pembagi hal postif bagi masyarakat lahat, juga menjadi tonggak kembali nya budaya silahturahmi warga khusus nya pemuda sambil berdiskusi demi tercipta nya masyarakat yang menjunjung tinggi literasi.

Pos terkait